Surabaya (ANTARA) - Trilliun group bersama Habitat for Humanity Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Gresik mendukung pembangunan 145 rumah laik huni bagi warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang ditargetkan selesai pada Mei 2026.
Project Leader Trilliun Group Maxwell Prijadi mengatakan pihaknya turut berpartisipasi dalam mendukung pembangunan hunian layak melalui bantuan infrastruktur sanitasi.
“Trilliun Group selalu berupaya menjadi bagian dari solusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, kami menyalurkan bantuan produk pipa, plumbing, dan sanitary untuk mendukung terciptanya hunian yang layak,” ujar Maxwell dalam keterangannya di Surabaya, Minggu.
Ia menambahkan, dukungan tersebut juga melibatkan PT Matahari Putra Makmur sebagai produsen produk Trilliun yang menyalurkan bantuan berupa pipa dan fitting uPVC serta lem PVC.
"Hal tersebut untuk mendukung penyediaan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Project Coordinator Habitat for Humanity Indonesia Rudhi Virgarius menilai kolaborasi antara organisasi tersebut dengan Pemerintah Kabupaten Gresik telah berlangsung cukup lama dalam mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat.
“Kami melihat upaya Pemerintah Kabupaten Gresik sangat baik. Banyak pihak yang terlibat juga. Ini seperti warga membeli perumahan, lingkungannya bagus, huniannya juga laik, dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik lagi,” katanya.
Rudhi menambahkan, sejak 2015 hingga 2025 pihaknya telah memberikan layanan kepada sekitar 8.000 individu di Kecamatan Wringinanom, khususnya di Desa Kesambenkulon, Mondoluko, dan Sooko.
"Dalam periode tersebut Habitat Indonesia telah membangun 1.583 hunian baru, membantu 1.065 keluarga memperoleh akses air bersih, serta merenovasi 100 rumah agar menjadi lebih layak huni," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Campurejo, Kabupaten Gresik, Amudi mengatakan pemerintah daerah telah merancang program penataan kawasan selama empat tahun, dengan fokus awal pada penanganan kepadatan hunian di RW 09.
“Jadi, ada banyak warga yang sebelumnya tinggal di area tanah milik desa hingga terlalu padat. Satu rumah bisa dihuni oleh dua hingga tiga kepala keluarga di RT 31–32 RW 09 Desa Campurejo ini,” kata Amudi.
Ia menjelaskan kawasan permukiman kumuh di desa tersebut telah diidentifikasi berada di RW 01, RW 03, RW 04, dan RW 09 dengan total mencapai 474 keluarga yang terdampak kondisi hunian tidak layak.
Menurut dia, kepadatan hunian tersebut menyebabkan sejumlah keluarga menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih yang dikelola secara aman serta permasalahan pengelolaan air limbah.
“Karena anggaran DAK terbatas, ada 21 rumah yang perlu mendapatkan dukungan. Kami bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia untuk membantu menjalin kolaborasi dengan pihak luar agar pembangunan rumah tersebut dapat terealisasi,” ujarnya.
