Sampang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur tahun ini mengalokasikan anggaran dari APBD untuk membangun sebanyak 19 unit rumah layak huni di wilayah itu.
Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Permukiman pada Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (DLH-Perkim) Kabupaten Sampang Abdul Rokib di Sampang, Jumat, mengatakan, program bantuan ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Sampang dalam berupaya menekan angka kemiskinan dan merupakan program lanjutan dari tahun sebelumnya.
"Kabupaten Sampang termasuk salah satu kabupaten di Pulau Madura dengan jumlah rumah tidak layak huni yang tergolong tinggi," katanya.
Karena itu, sambung dia, setiap tahun pemkab selalu mengalokasikan anggaran untuk melakukan perbaikan, sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
"Tahun ini kami mampu memperbaiki sebanyak 19 unit, sehingga kami mengalokasikan perbaikan sejumlah itu," katanya.
Menurut Rokib, dari 19 unit itu dua di antaranya karena bencana alam, sedangkan 17 lainnya merupakan perbaikan reguler.
Kabid Perumahan Rakyat dan Permukiman DLH-Perkim Abdul Rokib lebih lanjut menjelaskan, nilai bantuan setiap unit sebesar Rp30 juta, sehingga total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp570 juta.
"Saat ini pelaksanaannya sebagian sudah mulai, dan kami melibatkan TNI sebagai bentuk kerja sama pelaksanaan di lapangan," katanya.
Sementara menurut data Pemkab Sampang, jumlah rumah warga di kabupaten ini sebanyak 249.380 unit, tersebar di 180 desa/kelurahan di 14 kecamatan se-Kabupaten Sampang.
Dari jumlah itu, sebanyak 9,34 persen atau sebanyak 25.703 unit masuk kategori rumah tidak tidak layak huni.
Program bantuan pembangunan RTLH tahun ini lebih sedikit dibanding tahun 2025.
Kala itu, Pemkab Sampang melakukan pembangunan RTLH sebanyak 20 unit rumah, sedangkan pada 2024 sebanyak 39 unit.
Pewarta: Abd AzizEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.