Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Aparat kepolisian mengamankan 10 pelajar di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, setelah kedapatan membuat balon udara yang dilengkapi ratusan petasan.
Kapolsek Jenangan Amrih Widodo, Rabu, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas pembuatan balon udara berpetasan di wilayah Desa Jimbe dan Desa Ngrupit.
"Setelah menerima laporan warga, petugas langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan sejumlah anak tengah membuat selongsong petasan serta mempersiapkan balon udara,” katanya.
Dari hasil penggerebekan itu, polisi menyita sedikitnya 342 selongsong petasan berbagai ukuran serta tiga balon udara yang diduga akan diterbangkan.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah bahan pembuatan petasan seperti 300 gram booster kelengkeng, 250 gram serbuk pigmen silver, 150 gram serbuk sumbu, serta dua bendel sumbu.
Petugas turut menyita sejumlah peralatan rumah tangga yang digunakan untuk meracik bahan petasan, di antaranya baskom, piring, sendok, dan saringan plastik.
“Ironisnya selongsong petasan ini dibuat dari kertas buku pelajaran. Ada sekitar 22 buku yang kami amankan,” ujarnya.
Satu balon udara berdiameter sekitar empat meter juga ditemukan dalam kondisi hampir siap diterbangkan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelajar tersebut mengaku belajar membuat selongsong dan meracik bahan petasan secara otodidak dari tutorial di media sosial dan kanal YouTube.
“Mereka mengaku belajar dari media sosial dan YouTube, kemudian mencoba membuat sendiri,” kata Amrih.
Kesepuluh pelajar tersebut kemudian dibawa ke kantor Polsek Jenangan untuk diberikan pembinaan dan edukasi terkait bahaya penggunaan petasan serta balon udara tanpa awak.
Pihak kepolisian juga memanggil orang tua masing-masing pelajar untuk diberikan pembinaan bersama agar kejadian serupa tidak terulang.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026