Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 111 warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur dievakuasi dari banjir yang dipicu oleh curah hujan deras selama lebih dari enam jam.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa hujan selama lebih dari enam jam pada Senin (2/3) sejak pukul 13.30 WIB menyebabkan empat sungai meluap, sehingga air berwarna cokelat bercampur lumpur masuk hingga permukiman warga.

Empat sungai tersebut yakni Sungai Dinoyo, Sungai Kaliputih, Sungai Badean, dan Sungai Kalijompo

Berdasarkan data yang diterima BNPB, sebanyak empat desa dan dua kelurahan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Panti, Rambipuji, dan Kaliwates, terendam banjir dengan tinggi muka air sekitar 40-70 centimeter.

Ada sebanyak 132 kepala keluarga (KK) atau 435 jiwa terdampak, dan sedikitnya 111 jiwa mengungsi di tiga titik pengungsian dengan pendampingan tim petugas gabungan di Jember.

Abdul mengungkapkan bahwa tim petugas gabungan di bawah koordinasi BPBD Kabupaten Jember masih melakukan pendataan dan penanganan warga terdampak, meskipun hari ini banjir dilaporkan mulai surut yang memungkinkan para pengungsi bisa kembali ke rumah masing-masing.

Penanganan bencana banjir tersebut juga melibatkan relawan Desa Tangguh Bencana untuk mendistribusikan bantuan logistik makanan, matras, dan selimut bagi warga yang mengungsi maupun yang memilih bertahan di rumah.



Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026