Surabaya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surabaya melaksanakan program Lima Sukses Ramadhan sebagai agenda pembinaan keagamaan selama bulan suci 1447 Hijriah/2026 Masehi.
"Program tersebut meliputi sukses puasa, sukses shalat tarawih, sukses tadarus Al-Quran, sukses meraih lailatul qadar, dan sukses menunaikan zakat fitrah," kata Wakil Ketua DPD LDII Kota Surabaya Nur Kholis saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin.
Ia menjelaskan, selain sebagai momentum peningkatan kualitas ibadah personal, lima program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kepedulian sosial di lingkungan warga LDII.
"Ramadhan tidak dimaknai sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi sebagai fase evaluasi dan peningkatan kualitas diri," tuturnya.
Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, DPD LDII Kota Surabaya mengimbau jamaah di masjid-masjid naungan LDII untuk melaksanakan itikaf, mulai setelah shalat tarawih hingga menjelang subuh.
"Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai sarana muhasabah dan penguatan spiritual dalam rangka meraih keutamaan malam lailatul qadar," katanya.
Di bidang sosial, LDII Kota Surabaya juga menggelar santunan bagi anak yatim selama Ramadhan. Seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat, penyaluran santunan dilakukan secara desentralisasi oleh masing-masing Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Surabaya.
Menurut Nur Kholis, mekanisme tersebut dipilih agar distribusi bantuan lebih merata dan menjangkau lebih banyak penerima. Dana santunan dihimpun secara mandiri dari warga LDII sebagai bentuk gotong royong internal organisasi.
Terkait pelaksanaan shalat Idul Fitri, LDII Kota Surabaya tidak memusatkan kegiatan pada satu lokasi. Shalat Id akan dilaksanakan di masing-masing wilayah PC dan PAC. Ia menegaskan, untuk penetapan hari raya Idul Fitri, LDII mengikuti keputusan resmi pemerintah.
"Kebijakan tersebut sejalan dengan ketentuan penetapan awal dan akhir Ramadhan serta 1 Syawal yang ditetapkan pemerintah melalui sidang isbat, sebagaimana praktik yang berlaku secara nasional," katanya.
