Kami berharap dari kejuaraan ini muncul atlet-atlet terbaik yang nantinya akan kembali diseleksi secara objektif untuk memperkuat Jawa Timur.

Surabaya (ANTARA) - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Piala Bambang Haryo Soekartono (BHS) diikuti sebanyak 390 atlet dari 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur dan menjadi ajang penjaringan atlet menuju Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027 serta PON 2028.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono mengatakan kejuaraan tersebut menjadi bagian penting dalam proses seleksi atlet pencak silat terbaik yang akan dipersiapkan memperkuat kontingen Jawa Timur pada ajang nasional mendatang.

“Ajang ini diikuti 390 peserta dari 37 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Ini menjadi bagian dari seleksi atlet yang dipersiapkan menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028,” kata Bambang Haryo usai pembukaan Kejurprov Pencak Silat di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, para atlet hasil Kejurprov akan menjalani program pemusatan latihan daerah (Puslatda) yang telah dimulai sejak akhir tahun lalu sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.

Ia menjelaskan seleksi lanjutan dijadwalkan kembali pada November mendatang untuk menentukan atlet terbaik yang akan mewakili Jawa Timur di ajang Pra-PON maupun PON.

“Kami berharap dari kejuaraan ini muncul atlet-atlet terbaik yang nantinya akan kembali diseleksi secara objektif untuk memperkuat Jawa Timur,” ujar pria yang juga Anggota DPR RI ini.

Bambang Haryo juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran olahraga di tengah adanya penyusutan dana pembinaan olahraga yang dialami KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat pelaksanaan Puslatda dilakukan secara mandiri agar pembinaan atlet tetap berjalan optimal.

Ia berharap program pembinaan olahraga mendapatkan dukungan lebih besar karena dinilai mampu menciptakan generasi muda yang sehat dan berprestasi.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur M. Nabil mengapresiasi penyelenggaraan Kejurprov Piala BHS karena dinilai mampu meningkatkan atmosfer kompetisi pencak silat di daerah.

Menurut dia, tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme daerah terhadap pembinaan pencak silat cukup besar, namun harus diimbangi dengan peningkatan kualitas prestasi atlet.

“Jumlah peserta yang besar harus berbanding lurus dengan prestasi. Karena itu diperlukan kompetisi berkelanjutan seperti ini,” ujarnya.

Nabil menilai kejuaraan tingkat provinsi sangat penting karena tidak memungkinkan menunggu Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 untuk menjaring atlet terbaik menuju babak kualifikasi PON.

Ia juga meminta proses seleksi atlet dilakukan secara objektif berdasarkan hasil pertandingan, bukan penunjukan.



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026