Dari sisi kompetisinya ini suatu langkah besar
Surabaya (ANTARA) - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur menilai penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 2 Surabaya menjadi langkah positif dalam mendukung pembinaan sepak bola putri usia dini di daerah.
Perwakilan Asprov PSSI Jawa Timur Arief Anton Sujarwo mengatakan kompetisi tersebut memberi ruang pembinaan bagi atlet-atlet putri agar memiliki jalur pengembangan yang berkelanjutan.
“Dari sisi kompetisinya ini suatu langkah besar, karena atlet-atlet putri sudah memiliki jalur pembinaan yang nantinya berdampak baik terhadap sepak bola Jawa Timur, khususnya sepak bola wanita,” kata Arief Anton saat ditemui setelah penutupan MLSC Seri 2 Surabaya, di Lapangan Jala Krida Mandala, Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan, Asprov PSSI Jatim terus memantau pelaksanaan MLSC dalam dua tahun terakhir, termasuk penyelenggaraan di Kota Malang dan Surabaya.
Menurut dia, terjadi peningkatan jumlah peserta pada kelompok umur (KU) 10 dibanding tahun sebelumnya, meski pada KU 12 terdapat sedikit penurunan peserta.
Selain pengembangan atlet, Arief berharap penyelenggara juga memperhatikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelatih agar pembinaan sepak bola putri semakin merata.
“Kalau pelatihnya bagus dan merata, tentunya sekolah-sekolah sepak bola khusus wanita itu akan semakin berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Panitia Pelaksana (Panpel) MLSC Edi Suprianto mengatakan pertandingan Seri 2 Surabaya merupakan lanjutan dari pelaksanaan seri sebelumnya dengan antusiasme peserta yang tetap tinggi.
“MilkLife Soccer Challenge Series 2 ini adalah lanjutan dari MLSC Series 1. Secara kuantitas ada sedikit penambahan peserta di kelompok umur 10, tetapi juga ada sedikit pengurangan di kelompok umur 12,” katanya.
Ia berharap jumlah peserta pada penyelenggaraan MLSC berikutnya terus meningkat sehingga mampu melahirkan lebih banyak talenta sepak bola putri di Jawa Timur.
“Pembinaan dianggap berhasil jika pesertanya semakin banyak dan akan muncul talenta-talenta atlet putri semakin banyak juga,” kata Edi.
Dalam kesempatan yang sama, Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Jacksen F Tiago menambahkan para pemain terpilih dari seri pertama dan kedua akan mengikuti seleksi lanjutan untuk menentukan skuad All Star Surabaya yang akan tampil di Kudus pada 21 Juni mendatang.
“Besok sore kami akan latihan bersama untuk melihat lagi dan menilai 16 anak yang lebih layak mewakili All Star Surabaya di Kudus nanti,” katanya.
Menurut Jacksen, MLSC menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun ekosistem sepak bola putri melalui lahirnya sekolah sepak bola (SSB) yang juga fokus membina pemain perempuan.
Lebih lanjut, ia menambahkan jika turnamen usia dini seharusnya menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan bermain dan karakter, bukan semata mengejar kemenangan.
“Kami mencari individu-individu yang punya potensi untuk suatu saat bisa menjadi bagian dari tim nasional Indonesia,” ujar mantan pemain dan juga pelatih Persebaya Surabaya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.