Digitalisasi UMKM bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan

Surabaya (ANTARA) - Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kampung Randu Agung Permai, Surabaya, Jawa Timur, dalam penguatan transformasi usaha berbasis digital.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu UMKM agar lebih siap menghadapi perkembangan digital, mulai dari penggunaan QRIS, pembuatan logo usaha, hingga membuka toko di e-commerce,” ujar Ketua Pelaksana Kegiatan Jibdatun Nabila di Surabaya, Minggu.

Kegiatan Program pengabdian masyarakat bertajuk “Eksya Mengabdi” tersebut mengusung tema “UMKM Go Digital sebagai Penguatan Ekonomi Masyarakat” itu menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan usaha mikro agar mampu bersaing di tengah perubahan pola bisnis.

Program tersebut menyasar pelaku UMKM rumahan yang masih menghadapi keterbatasan dalam pemasaran digital maupun penggunaan sistem pembayaran non-tunai. Dalam sesi sosialisasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai peluang pasar digital di Indonesia.

Platform digital dinilai membuka peluang baru bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar tanpa harus memiliki toko fisik besar.

“Digitalisasi UMKM bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dengan modal HP dan kemauan belajar, pelaku usaha bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” kata dosen Informatika UHW Perbanas Surabaya Hariadi Yutanto, S.Kom., M.Kom.

Peserta juga mendapatkan panduan praktis mengenai strategi pemasaran digital, mulai dari teknik foto produk menggunakan pencahayaan alami, pemanfaatan aplikasi desain gratis seperti Canva dan Snapseed, hingga pemilihan platform digital sesuai kebutuhan usaha.

Pada tahap awal, pelaku UMKM diarahkan menggunakan WhatsApp Business sebagai katalog produk digital.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada Instagram sebagai media branding serta marketplace seperti Shopee dan Tokopedia untuk memperluas jangkauan penjualan.

Peserta diajak memahami potensi TikTok sebagai sarana promosi. Konsistensi membuat konten dan melakukan siaran langsung dinilai mampu meningkatkan interaksi dengan calon pembeli sekaligus memperluas pasar.

Peserta juga mendapat pendampingan langsung dari panitia untuk membuat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), membuka toko daring, hingga mendesain logo usaha agar tampak lebih profesional.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026