Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono melakukan peninjauan perlintasan sebidang di wilayah Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.
Dalam peninjauan tersebut, Bambang menemukan bahwa ketinggian rel kereta api dengan aspal di perlintasan sebidang tidak sama dan dikhawatirkan bisa menimbulkan potensi terjadinya kecelakaan.
"Saya ingin lintasan sebidang antara rel kereta dengan jalan raya di semua Kabupaten Sidoarjo maupun Surabaya itu harus rata dengan antara rel dengan aspal," katanya.
Ia mencontohkan, kondisi antara aspal dengan rel di pintu lintasan sebidang di Tulangan yang tidak merata, merupakan tugas dari pemerintah kabupaten setempat untuk membenahinya.
Dengan kondisi jalan yang rata antara aspal dan rel kereta api, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang terhambat saat melewati perlintasan sebidang di daerah tersebut.
Kemudian ia juga menyoroti bahwa di wilayah Tanggulan tersebut masih banyak kendaraan roda dua yang sering menerobos perlintasan kereta api.
"Karena di jalur ganda itu pembatasnya kurang naik kurang tinggi," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah dan kepolisian harus tegas terhadap pelanggar dan menerapkan hukuman sesuai Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).
Kepala Stasiun Tanggulangin Rico F mengingatkan warga yang sedang menunggu kereta api di perlintasan, diharapkan bersabar dan mendahulukan perjalanan KA.
"Daripada terburu-buru dan melanggar palang pintu akibatnya fatal bisa menghilangkan nyawa," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026