Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menyiapkan dana Rp6 miliar guna memperbaiki sejumlah jalan rusak yang sempat ditanami pohon pisang oleh warga sebagai bentuk protes mereka.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Ahmad Rifai Sodik, Sabtu, mengatakan ruas jalan yang diprotes warga di Kecamatan Ngunut dan Sumbergempol telah masuk dalam daftar prioritas perbaikan tahun 2026.

"Kami sudah memiliki daftar ruas jalan prioritas, termasuk yang diprotes warga di wilayah Ngunut dan Sumbergempol," kata Rifai.

Ia menjelaskan perbaikan jalan tahun ini didanai dari APBD Tulungagung dengan total anggaran infrastruktur jalan mencapai sekitar Rp300 miliar.

Untuk wilayah Kecamatan Ngunut, dua ruas yang akan diperbaiki yakni Ngunut–Podorejo dengan anggaran Rp1,9 miliar dan Ngunut–Doroampel sebesar Rp1,6 miliar.

Perbaikan dilakukan pada titik-titik kerusakan terparah agar penanganan dapat merata sesuai kemampuan anggaran.

Sementara itu, ia mengatakan untuk ruas jalan Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, masuk dalam paket pekerjaan Pulosari–Bukur dengan total panjang sekitar empat kilometer dan anggaran kurang lebih Rp6 miliar.

"Ruas jalan Desa Sambirobyong sepanjang sekitar satu kilometer termasuk dalam paket Pulosari–Bukur. Perbaikannya dilakukan penuh dengan hotmix," ujar dia.

Menurut Rifai, sebelumnya perbaikan ruas tersebut sempat diusulkan melalui pendanaan Inpres Jalan Daerah (IJD) pada 2025, namun belum disetujui pemerintah pusat sehingga ditunda.

Perbaikan tahun 2026 akan mencakup rekonstruksi fondasi pada beberapa titik sebelum pengaspalan hotmix guna memperkuat struktur jalan.

Pemkab berharap perbaikan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan serta merespons aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026