Surabaya sudah mengarah ke standar internasional dengan response time tidak lebih dari enam menit. Ini luar biasa dan perlu menjadi perhatian untuk disesuaikan secara nasional.
Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi aturan kecepatan penanganan (response time) sekitar 6 menit saat kondisi darurat yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya.
“Surabaya sudah mengarah ke standar internasional dengan response time tidak lebih dari enam menit. Ini luar biasa dan perlu menjadi perhatian untuk disesuaikan secara nasional,” ujarnya saat meninjau fasilitas PMK di Surabaya, Sabtu.
Menurut Bambang, capaian tersebut telah melampaui standar nasional yang selama ini masih berada di kisaran 15 menit, sehingga layak dijadikan rujukan bagi daerah lain maupun kementerian terkait.
Ia menilai, percepatan waktu tanggap menjadi krusial seiring meningkatnya kepadatan penduduk serta nilai aset dan keselamatan jiwa masyarakat. Dalam kondisi darurat, kata dia, keterlambatan satu menit pun dapat berdampak signifikan.
Selain kecepatan respons, Bambang juga menyoroti kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki PMK Surabaya.
Saat ini, terdapat 22 pos pemadam dengan dukungan sekitar 98 unit infrastruktur serta armada khusus seperti tim motor “Walang Kadung” dan “Walang Kekek” yang dirancang untuk menjangkau gang sempit.
“Seluruh peralatan dalam kondisi siap pakai dan tidak ada yang rusak. Ini menunjukkan manajemen yang sangat baik,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan anggaran secara optimal terhadap sektor penyelamatan, mengingat nilai keselamatan jiwa tidak dapat diukur secara ekonomi.
Sementara itu, Kepala DPKP Kota Surabaya RR Laksita Rini Sevriani, menyatakan pihaknya secara rutin melakukan evaluasi menyeluruh setiap terjadi insiden, baik dari sisi SDM maupun peralatan.
Ia menjelaskan, sebelumnya waktu tanggap berada di kisaran tujuh menit, namun pada 2026 berhasil ditekan menjadi sekitar 6,5 menit.
Ke depan, pihaknya menargetkan peningkatan layanan melalui penambahan armada khusus di setiap pos dan rayon yang saat ini baru dimiliki 6 unit untuk menjangkau seluruh wilayah Surabaya.
“Kami rencanakan pengadaan kendaraan seperti Walang Kadung dan Bang Kekek di setiap pos untuk menjangkau wilayah dengan akses jalan sempit,” katanya.
Dengan dukungan 22 pos yang tersebar di berbagai wilayah, langkah tersebut diharapkan semakin mempercepat penanganan awal kebakaran sehingga potensi kerugian dapat diminimalkan.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026