Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung, Jawa Timur, melakukan penyelidikan terkait kasus pembobolan tiga minimarket yang terjadi dalam kurun waktu 10 hari terakhir di wilayah setempat.
Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdiyanto di Tulungagung, Rabu, mengatakan bahwa sejak awal Februari 2026 tercatat tiga kasus pembobolan minimarket di lokasi berbeda.
"Kami masih mendalami apakah ketiga kasus ini memiliki keterkaitan. Pelaku saat ini masih dalam pengejaran," ujar Nanang.
Ia menjelaskan, kasus pertama terjadi Minggu (1/2) di Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, dengan sasaran sebuah minimarket berjaringan.
Menurutnya, pelaku masuk melalui atap, merusak kamera pengintai (CCTV) dan alarm toko, serta membawa kabur rokok dengan kerugian sekitar Rp3,4 juta.
Peristiwa kedua terjadi Selasa (10/2) di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, dengan sasaran serupa.
Pelaku membobol tembok belakang toko dan mencuri 2.719 barang, antara lain rokok, rokok elektrik, minuman ringan, kosmetik, susu bayi, obat-obatan, dan biskuit. Kerugian ditaksir mencapai Rp92,6 juta.
Kasus terbaru terjadi di gerai minimarket yang terletak Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut, Rabu. Peristiwa itu pertama kali diketahui pegawai toko sekitar pukul 06:30 WIB saat hendak membuka operasional.
Kanit Reskrim Polsek Ngunut AKP Samsul Muarif mengatakan, pegawai mendapati kondisi etalase diacak-acak serta bagian atap plafon jebol yang diduga menjadi jalur masuk pelaku.
"Petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Pelaku diduga masuk melalui atap dengan cara merusak bagian plafon," katanya.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengambil sejumlah rokok dan susu bayi serta sempat mencoba membobol brankas penyimpanan uang, namun tidak berhasil.
Polisi masih mendata jumlah barang yang hilang dan total kerugian akibat peristiwa tersebut.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026