Situbondo (ANTARA) - Kapolres Situbondo, Jawa Timur, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menyebut berdasarkan riset internal, 99 persen anggotanya masih berisiko menjadi korban kejahatan digital, salah satunya penipuan daring.
"Oleh karena itu, kami mengingatkan seluruh jajaran bahwa melek teknologi itu penting agar tidak mudah menjadi korban penipuan online," ujar dia di Situbondo, Jawa Timur, Selasa.
Menurut Kapolres Bayu, penipuan daring yang kini marak terjadi seiring dengan kemajuan teknologi dan para pelaku mencuri data pribadi korban, dengan tujuan mendapatkan keuntungan.
Dengan melek teknologi, lanjut dia, maka tidak akan mudah menjadi korban kejahatan digital.
"Jangan sampai identitas pribadi hingga saldo rekening hilang dalam sekejap hanya karena kecerobohan meng-klik tautan yang tidak jelas," ucap Kapolres Bayu.
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya penguatan soliditas internal dan loyalitas seluruh anggotanya dalam menjalankan tugas melindungi serta melayani masyarakat di Situbondo.
"Respons cepat terhadap keluhan masyarakat sangat penting dilakukan, sebagai bentuk pelayanan terbaik kepolisian kepada masyarakat," tutur Bayu.
Dia menambahkan, setiap laporan yang masuk di Polres Situbondo maupun Jajaran Polsek baik melalui call center 110 maupun pesan pribadi, menjadi wajib segera ditindaklanjuti tanpa menunda.
"Slogan 'Polisi Penolong' harus dicatat dalam hati dan buktikan dengan totalitas membantu masyarakat, dan polisi jangan pernah enggan membantu masyarakat, berikan pertolongan pada kesempatan pertama," kata Kapolres Bayu.
