Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Hari Australia yang diperingati pada 26 Januari 2026 di hadapan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam pertemuan keduanya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.
"Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya menyampaikan ucapan selamat Hari Australia yang jatuh pada tanggal 26 Januari tahun 2026," kata Prabowo dalam pernyataan bersama dengan PM Albanese.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan posisi Australia sebagai salah satu tetangga terdekat sekaligus mitra strategis Indonesia dengan hubungan persahabatan yang telah terjalin cukup panjang.
Kepala Negara juga menyinggung sejarah hubungan kedua negara, termasuk dukungan Australia terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia sejak awal Proklamasi 1945.
"Kita juga selalu ingat bahwa Australia mendukung perjuangan kemerdekaan kita dari sejak awal proklamasi kita pada tahun 45," ucapnya.
Selain itu, Presiden juga mengatakan kunjungan PM Albanese ke Indonesia menjadi kesempatan bagi dirinya untuk membalas sambutan hangat yang diterima saat berkunjung ke Sydney November tahun lalu.
"Saya sangat gembira dapat menyambut kembali sahabat saya, Perdana Menteri Albanese, di Jakarta. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi saya untuk membalas sambutan hangat yang saya terima saat berkunjung ke Sydney pada bulan November 2025," kata Prabowo.
Presiden Prabowo menerima kunjungan Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, untuk memperkuat kerja sama strategis kedua negara sebagai tetangga dan mitra yang dekat.
Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini, di tengah padatnya jadwal kenegaraan Albanese. Prabowo juga mengucapkan permohonan maaf karena tidak dapat menyambut di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (5/2).
"Terima kasih, Perdana Menteri, sudah datang ke sini hari ini. Senang bertemu dengan Anda," ujarnya.
Albanese menegaskan Indonesia dan Australia memiliki hubungan yang semakin erat sebagai negara tetangga sekaligus sahabat.
Kunjungan ini, kata dia, bukanlah yang pertama. Menurut dia, intensitas kunjungan tersebut mencerminkan kedekatan hubungan kedua negara.
