Sidoarjo - Gubernur Jawa Timur Soekarwo meresmikan lembaga keuangan mikro Baitul Maal wat Tamwil (BMT) As-Syifa yang diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Sidoarjo. "Apa yang digagas dalam pendirian BMT As Syifa ini menjadi sangat penting karena bisa meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat miskin," katanya usai meresmikan BMT As Syifa di kawasan Sepanjang, Taman, Sidoarjo, Selasa. Ia mengemukakan, BMT ini merupakan pengembangan lembaga keuangan non-bank yang keberadaannya harus terus ditingkatkan di masyarakat. "Keberadaan BMT ini sangat penting agar keuangan yang ada di tingkat desa dan kelurahan tersebut bisa terus dikembangkan jangan sampai berhenti tanpa ada perputaran uang," katanya. Ia juga mengusulkan BMT murni syariah tidak menggunakan "flat" minimal sehingga bisa meningkatkan ekonomi rakyat miskin yang menjadi nasabahnya. Ia mengatakan, hal lain yang perlu diperhatikan dalam pendirian BMT ini yaitu membangun ekonomi serta melatih kejujuran. "Karena dalam ekonomi syariah, kejujuran itu sangat penting terutama terkait dengan hasil keuntungan yang berhasil dikumpulkan," katanya. Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah yang juga hadir dalam peresmian tersebut berharap supaya usaha ini terus dikembangkan serta risiko yang ada harus ditanggung bersama. "Intinya diharapkan mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam program pengentasan kemiskinan," katanya. (*)
Berita Terkait
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
