Madiun (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Madiun, Jawa Timur, memastikan stok beras cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, utamanya saat memasuki Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun Agung Sarianto di Madiun, Rabu, mengatakan ketersediaan beras saat ini di gudangnya mencapai sebanyak 56.000 ton dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Stok beras ini sangat cukup dan bisa digunakan sampai setelah Lebaran. Jadi sangat aman, bahkan hingga tahun depan jika tidak ada instruksi untuk dikeluarkan," ujar Agung Sarianto.
Stok sebanyak 56.000 ton beras tersebut tersimpan di empat gudang milik Bulog setempat serta tiga gudang sewaan yang tersebar di wilayah kerja Bulog Madiun.
Adapun beras tersebut didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.
Penyaluran diperuntukkan sebagai beras Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang menyesuaikan dengan permintaan pasar serta bantuan pangan sesuai ketentuan program pemerintah.
Selain untuk beras SPHP dan bantuan pangan, pihak Bulog Madiun saat ini juga sedang melakukan proses pengajuan usulan pengeluaran stok untuk kebutuhan beras ke luar Jawa yang jumlahnya mencapai 35.000 ton.
"Usulan pengeluaran stok ini supaya ada ruang yang cukup untuk menyimpan target kami dalam pengadaan di tahun 2026 ini," katanya.
Ia menambahkan Bulog Madiun ditargetkan mampu menyerap beras petani lokal di wilayah kerjanya mencapai 77.259 ton beras pada tahun 2026. Hingga awal Februari 2026, penyerapan beras petani telah mencapai 4.293 ton beras atau sekitar 5,56 persen.
"Untuk penyerapan beras dan gabah, pihak Bulog melakukan kerja sama dengan petani maupun mitra. Bulog siap membeli gabah dan beras petani sesuai HPP yang ditetapkan," kata dia.
Sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025, harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp6.500 per kilogram, sedangkan GKP di penggilingan dihargai Rp6.700 per kilogram.
Selain komoditas beras, pihaknya memastikan bahwa Bulog Madiun juga menjaga terkait stok kebutuhan pokok lainnya bagi masyarakat seperti Minyakita dalam momentum lebaran.
Adapun jumlah stok Minyakita yang dimiliki Bulog Madiun mencapai 700.000 liter, dengan penyaluran sejauh ini telah mencapai 112.000 liter.
Pihaknya bersama pemerintah daerah setempat terus melakukan langkah-langkah proaktif yang diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, utamanya dalam menghadapi hari besar keagamaan seperti Ramadhan dan Lebaran 2026.
