Madiun (ANTARA) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Madiun bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menyalurkan bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada sebanyak 14.726 penerima bantuan yang menjadi sasaran di kota tersebut.
Pimpinan Cabang Bulog Madiun Agung Sarianto di Madiun, Jawa Timur, Senin, mengatakan pemerintah secara resmi memulai penyaluran bantuan pangan beras dari Badan Pangan Nasional untuk alokasi bulan Februari-Maret 2026.
"Total bantuan pangan yang disalurkan Bulog Madiun untuk sasaran mencapai sebanyak 294,5 ton beras dan 58.904 liter Minyakita," ujar Agung kepada wartawan.
Menurutnya, program ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dengan menggunakan basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, diharapkan bantuan dapat tepat sasaran dan mampu mengurangi beban ekonomi masyarakat yang rentan.
Untuk menjamin ketepatan sasaran, sistem penyaluran menggunakan aplikasi Banpang yang mewajibkan penerima menunjukkan identitas diri, seperti KTP dan kartu keluarga saat pengambilan bantuan.
"Penyaluran bantuan pangan di Kota Madiun ini menjadi yang pertama di Jawa Timur. Hal ini bagian dari stimulus ekonomi menjelang Lebaran. Bulog juga menekankan agar bantuan yang telah didistribusikan ini tidak untuk diperjualbelikan," katanya.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyatakan bantuan pangan tersebut untuk menjaga stabilitas inflasi di Kota Madiun. Terlebih dapat dimanfaatkan oleh penerima untuk memenuhi kebutuhan Lebaran nantinya.
"Bantuan ini untuk menjaga stabilitas inflasi di Kota Madiun. Khususnya Kota Madiun, ini sangat bermanfaat, apalagi waktunya sangat tepat, H-10 sebelum Lebaran. Harapannya bantuan bisa bermanfaat bagi masyarakat," kata Plt Wali Kota Bagus.
Pihaknya menilai bantuan pangan tersebut juga menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk menjaga harga kebutuhan pokok di masyarakat agar tetap terjangkau. Masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir untuk harga kebutuhan pokok yang saat ini masih stabil.
Sementara, penyaluran bantuan tersebut disambut bahagia para penerima bantuan pangan (PBP). Apalagi, harga bahan kebutuhan pokok saat ini mulai meningkat mendekati momentum Lebaran.
"Alhamdulillah, senang sekali bantuannya sudah dibagikan. Apalagi, ini mau Lebaran juga, pasti sangat membantu kebutuhan sehari-hari untuk warga seperti tidak memiliki pekerjaan," kata seorang warga Kelurahan Manisrejo, Widyasanti.
Program bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menugaskan Perum Bulog menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng guna meringankan beban masyarakat.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026