Surabaya (ANTARA) - Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) meningkatkan setoran dividen kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur Abdul Halim menilai besarnya aset dan keuntungan Bank Jatim belum berbanding lurus dengan kontribusi dividen yang disetorkan kepada Pemprov Jatim.
“Dengan laba yang diperoleh, kami menilai setoran dividen Bank Jatim ke PAD Provinsi Jawa Timur masih bisa ditingkatkan,” ujar Abdul Halim di Surabaya, Sabtu.
Ia memaparkan, sepanjang tahun buku 2024 Bank Jatim membukukan laba sebesar Rp1,28 triliun dengan dividen yang disetor ke kas daerah Pemprov Jatim tercatat sekitar Rp420 miliar.
Sebagai perbandingan, kata Halim, Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) pada periode yang sama membukukan laba Rp1,27 triliun tetapi mampu menyetorkan dividen ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga sekitar Rp600 miliar.
“Beberapa waktu lalu kami melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah dan bertemu dengan jajaran yang membidangi BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Dari pertemuan itu kami memperoleh data bahwa setoran dividen Bank Jateng justru lebih tinggi, padahal laba kedua bank tidak jauh berbeda,” katanya.
Halim yang juga menjabat Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur menyebut kondisi fiskal daerah saat ini sedang menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran sehingga pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan PAD.
Ia berharap seluruh badan usaha milik daerah di Jawa Timur termasuk Bank Jatim dapat meningkatkan inovasi, tata kelola, serta kualitas layanan agar mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pendapatan daerah.
Senada, Anggota Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur dari Fraksi Gerindra Satib menilai BUMD di Jawa Timur perlu melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam rangka memperkuat fiskal daerah pada 2026.
Menurut Satib, dengan jumlah aset yang besar dan kinerja keuangan yang kuat, kontribusi Bank Jatim terhadap PAD Provinsi Jawa Timur seharusnya bisa lebih optimal.
“Kita memiliki sekitar 10 BUMD. Peningkatan kualitas layanan menjadi kunci agar masyarakat lebih percaya dan menggunakan produk BUMD. Dengan tata kelola yang lebih baik, hasil yang diperoleh juga harus sebanding dengan aset yang dimiliki,” katanya.
