Malang, Jawa Timur (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya melakukan pengecekan kelayakan rel kereta api di jalur Malang-Wlingi sebagai persiapan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026.

Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya Daniel Johanes Hutabarat di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan bahwa pengecekan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengawasan berlapis yang dilakukan secara konsisten untuk menjaga standar keselamatan perjalanan kereta api.

"Melalui pemeriksaan lintas ini, KAI memastikan seluruh prasarana dan sarana perkeretaapian berada dalam kondisi optimal guna mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026," kata Daniel.

Pengecekan yang dilakukan pada bentang perlintasan kereta api Malang-Wlingi mencakup beberapa titik, yaitu dimulai dari titik awal di Stasiun Malang, kemudian dilanjutkan masuk ke wilayah perlintasan di area Stasiun Malang Kota Lama di Kota Malang, Jawa Timur.

Setelah itu, tim bergerak menuju Stasiun Kepanjen dan Stasiun Sumberpucung yang terletak di wilayah Kabupaten Malang.

Titik paling akhir kegiatan pemeriksaan rel oleh PT KAI Daop 8 Surabaya dilakukan di Stasiun Wlingi di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Tim dari KAI Daerah Operasi 8 turut mengecek kondisi jembatan dan terowongan perlintasan kereta api di wilayah tersebut di sepanjang jalur Malang-Wlingi.

Pihaknya menekankan pola mitigasi terhadap potensi gangguan operasional yang salah satunya dikarenakan kondisi cuaca ekstrem.

Daniel menegaskan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang kereta api yang melakukan perjalanan saat masa angkutan Lebaran merupakan sebuah prioritas sehingga wajib dipastikan berjalan maksimal.

"KAI terus menghadirkan layanan transportasi yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat," ucap dia.

PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya pun optimistis melalui serangkaian persiapan yang matang, termasuk pola pengawasan ketat pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 mampu berjalan dengan optimal. Hal ini juga akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kereta api.

 

 

 

 



 

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026