Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan perwujudan Pendidikan Bermutu untuk Semua pada tahun anggaran 2026.
Untuk tahun 2026, Kemendikdasmen juga akan melaksanakan sejumlah direktif baru dari Presiden Republik Indonesia. Di antaranya penambahan sasaran Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan sebanyak 60.000 satuan pendidikan yang pendanaannya akan diusulkan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT).
Digitalisasi pembelajaran juga akan diperkuat melalui penambahan tiga papan interaktif digital (PID) per satuan pendidikan yang pendanaannya diusulkan melalui ABT.
Sejalan dengan arahan Presiden agar siswa memperkuat kemampuan menulis, pemerintah akan memberikan bantuan pembelian buku tulis dan alat tulis bagi peserta didik kelas awal sekolah dasar, yakni kelas 1, 2, dan 3 SD.
Selain itu, pengembangan sekolah terintegrasi direncanakan dibangun di tingkat kecamatan di seluruh Indonesia, dengan sistem pembelajaran berkelanjutan antarjenjang untuk mencetak lulusan yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis menyampaikan upaya pencapaian target itu dilakukan melalui penetapan sejumlah program prioritas, seperti revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.
"Untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua pada TA 2026, Kemendikdasmen menetapkan sejumlah program prioritas. Di antaranya Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan target 11.744 satuan pendidikan," kata Mendikdasmen.
Lalu terkait dengan digitalisasi pembelajaran, Kemendikdasmen akan menyasar 288.865 satuan pendidikan melalui pendampingan pemanfaatan perangkat pembelajaran yang telah disalurkan serta penyusunan konten digital.
Selain revitalisasi dan digitalisasi, upaya perwujudan pendidikan bermutu juga ditempuh pada aspek pemerataan akses, seperti program Indonesia Pintar (PIP). Kemendikdasmen memperluas program itu hingga ke jenjang PAUD dengan sasaran 19,48 juta peserta didik dari keluarga kurang mampu, sementara penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) menyasar 191.697 anak.
Pada 2026, Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga akan dilaksanakan untuk jenjang SD dan SMP. Peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan pun menjadi fokus utama.
Kemendikdasmen lalu menargetkan pelatihan bagi 119.888 guru dan tenaga kependidikan, mencakup pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, STEM, Bahasa Inggris, literasi dan numerasi, serta kepemimpinan sekolah.
"Pendidikan Profesi Guru (PPG) menargetkan 41.692 guru agar dapat memperoleh sertifikat profesi, sementara Program Peningkatan Kualifikasi Guru S1/D4 secara berkelanjutan akan menyasar 150 ribu guru," ucap Mendikdasmen.
Sebagai bentuk penghargaan dan peningkatan kesejahteraan, insentif guru non-ASN juga akan dinaikkan menjadi Rp400 ribu per orang per bulan dengan sasaran 798.905 guru.
Kemudian di bidang kebahasaan dan literasi, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi bahasa daerah bagi 7.755 orang sebagai upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan bahasa daerah. Selain itu, pencetakan dan pengiriman buku bacaan bermutu akan menyasar 27.627 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.
