Surabaya (ANTARA) - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mendukung program becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto kepada para pengemudi becak lanjut usia (lansia) di Surabaya, Jawa Timur.
"Program tersebut sebagai langkah konkret negara dalam membantu kelompok rentan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat kecil," ujarnya di sela penyerahan 200 becak listrik di Balai Kota Surabaya, Kamis.
Ia mengatakan bantuan becak listrik ini bukan sekadar simbol perhatian, tetapi berpotensi memberi dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan pengemudi becak lansia.
Ia menjelaskan, DPRD Kota Surabaya turut menyaksikan langsung uji coba penggunaan becak listrik tersebut bersama Wali Kota Surabaya, perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), serta jajaran Fraksi Gerindra DPRD Surabaya.
Ia menilai becak listrik tersebut dirancang aman dan sesuai dengan kebutuhan pengemudi lansia. Becak memiliki jarak tempuh hingga 40 kilometer dengan kecepatan maksimal 15 kilometer per jam.
“Dengan kecepatan itu relatif aman. Jarak tempuh 40 kilometer juga sudah sangat mengakomodir aktivitas bapak-bapak tukang becak kita sehari-hari,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penggunaan becak listrik akan mengurangi beban fisik para pengemudi lansia, sehingga mereka tetap bisa bekerja dengan lebih nyaman dan produktif.
“Harapannya, dengan adanya becak listrik ini, pendapatan para tukang becak lansia bisa meningkat. Ini membantu mereka tetap mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
DPRD Kota Surabaya, katanya, mendukung penuh program-program afirmatif yang menyasar warga pada kelompok ekonomi bawah, khususnya masyarakat yang masuk kategori desil 1, 2, dan 3.
“Mudah-mudahan ke depan Bapak Presiden kembali menyalurkan bantuan becak listrik untuk pengemudi becak lain di Surabaya yang belum menerima. Sehingga ekonomi masyarakat kita, khususnya para tukang becak lansia, benar-benar terbantu dan kesejahteraan warga Kota Surabaya semakin meningkat,” ujarnya.
