Untuk puncak diprediksi tanggal 18 Maret

Surabaya (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat sebanyak 371 ribu tiket kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 telah terjual dari total 561 ribu kapasitas tempat duduk yang disediakan.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan jumlah tersebut setara dengan sekitar 66 persen dari kapasitas kursi yang disiapkan selama periode Angkutan Lebaran.

“Sudah 66 persen, jadi total ada 371.598 tiket dari 561.528 tempat duduk yang kami sediakan,” kata Mahendro saat ditemui wartawan di Stasiun Gubeng Surabaya, Jawa Timur, Minggu.

Mahendro menyebut tingkat penjualan tiket diperkirakan masih akan terus bertambah seiring mendekati puncak arus mudik Lebaran yang diperkirakan pada 18 Maret dengan jumlah sekitar 26.200 penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 8 Surabaya.

Sementara itu, berdasarkan data sementara pada Sabtu hingga pukul 10.00 WIB, jumlah penumpang kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya mencapai sekitar 40 ribu orang.

Mahendro menjelaskan jumlah tersebut terdiri atas sekitar 20 ribu penumpang yang berangkat dan sekitar 19.500 penumpang yang tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 8.

“Penumpang hari ini total mulai dari pagi sampai malam, data sementara pukul 10.00 WIB ada sekitar 40.000 penumpang, terdiri dari 20.000 penumpang yang berangkat serta sekitar 19.500 penumpang yang tiba di seluruh stasiun wilayah Daop 8 Surabaya,” ujarnya.

Di sisi lain, kata dia, Stasiun Surabaya Gubeng juga mencatat pergerakan penumpang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, yakni mencapai sekitar sembilan ribu penumpang dalam satu hari.

“Di hari ini mungkin tidak setinggi kemarin tetapi masih pada kisaran antara 7.000 sampai 8.000 penumpang yang berangkat dari Stasiun Gubeng,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga mencatat tujuan perjalanan penumpang masih didominasi kota-kota besar di Pulau Jawa, yakni Yogyakarta, Semarang, dan Bandung, serta Banyuwangi yang juga cukup diminati penumpang dari Surabaya dan Malang.

Sementara itu, lanjutnya, Daop 8 Surabaya juga memastikan kesiapsiagaan operasional perjalanan kereta api di tengah kondisi cuaca yang dinamis.

Mahendro menambahkan pihaknya bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca serta menyiagakan petugas di sejumlah titik rawan seperti daerah longsor, banjir, dan tanah labil.

“Kami bekerja sama dengan BMKG untuk memastikan informasi cuaca yang terus berubah dan menyiagakan petugas di daerah rawan longsor, banjir, maupun tanah labil selama 24 jam,” ujar Mahendro.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026