Pasuruan - Anak perusahaan Indofood, PT Indolakto, membangun pabrik yang memproduksi beragam jenis susu olahan dalam kemasan di Desa Tejowangi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pabrik itu dibangun dengan dengan nilai investasi 130 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,17 triliun, kata Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Franciscus Welirang, Rabu. Ia mengatakan, saat ini Indolakto yang sekitar 68,57 persen sahamnya dimiliki PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk itu telah memiliki pabrik susu olahan di Jakarta, Sukabumi, Jawa Barat, dan Pandaan, Jatim dengan total kapasitas terpasang mencapai 375 ribu ton per tahun. "Pabrik yang berada di Kecamatan Purwosari ini menjadi pabrik yang ke 5 di Indonesia. Dengan adanya pabrik baru ini, kapasitas terpasang Indolakto akan naik sebesar 40 persen," kata Franciscus Welirang atau yang akrab disapa Franky saat pendatanganan kerja sama koperasi susu dan Prasasti PT Indolakto di Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Dijelaskannya, pabrik baru yang dibangun di atas lahan seluas 11 hektare masih dalam proses tahapan penutupan atap pabrik yang pembangunannya telah dimulai sejak Maret 2011 dan ditargetkan selesai pada kuartal II 2013. Indolakto sendiri memproduksi berbagai produk susu antara lain susu kental manis Cap Enak, Tiga Sapi, Kremer, mentega dengan merek Orchid Butter, Indoeskrim dan Nice Yogurt. "Kami optimis pasar produk susu di Indonesia nantinya bakal terus tumbuh. Tentunya, kami menargetkan pertumbuhan yang paling tidak sama dengan pasar persusuan di Indonesia 4-6 persen untuk susu kental dan 15-18 persen untuk susu cair," kata Franky. Gubernur Jatim, Soekarwo mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan konsumsi susu, baik untuk masyarakat maupun industri saat ini Jatim masih kekurangan 600 ton susu per hari. Menurutnya, kebutuhan susu per hari mencapai 1.600 ton. Padahal di Jatim produksi susu per hari baru mampu sekitar 950 ton. "Kurangnya suplai susu ini karena populasi sapi perah di Jatim hanya 124 ribu ekor. Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya merupakan peternakan rakyat. Karenanya, Pemprov Jatim saat ini tengah mengupayakan impor sapi perah betina dari Australia. Selain itu, kami juga terus meningkatkan kualitas susu dengan membantu alat pengolahan susu bagi peternak," ujar Soekarwo. (*)
