Magetan (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mencatat jatah atau alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah untuk petani di wilayah setempat meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kepala DTPHP Kabupaten Magetan Uswatul Chasanah di Magetan, Rabu mengatakan tambahan alokasi pupuk tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung kebutuhan petani.

"Sesuai data, alokasi pupuk subsidi petani Magetan tahun 2026 mencapai 51.908 ton dengan berbagai jenis, sedangkan tahun sebelumnya hanya 48.277 ton," ujarnya.

Pihaknya merinci pupuk bersubsidi tahun 2026 sebanyak 51.908 ton tersebut meliputi Urea sebanyak 22.784 ton, NPK 22.347 ton, NPK Formula Khusus 25 ton, Pupuk Organik (POG) 6.327 ton, serta ZA 425 ton.

Sedangkan selama tahun 2025, petani Magetan hanya mendapatkan 21.634 ton Urea, 19.269 ton NPK, 35 ton NPK Formula, 7.339 ton pupuk organik, dan tanpa alokasi ZA.

Ia menjelaskan penambahan kuota pupuk untuk sejumlah daerah, termasuk Magetan tersebut, juga sebagai langkah pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga produktivitas sektor pertanian.

Uswatul menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan skema realokasi jika di lapangan ditemukan kekurangan. Dengan demikian, ia meminta petani tak perlu resah dan tidak berlebihan dalam penggunaan pupuk untuk tanaman.

"Kuota tahun ini memang bertambah, dan masih ada peluang realokasi rutin baik dari pusat maupun provinsi bila dibutuhkan dan ada kekurangan," katanya.

Ia menegaskan bahwa mekanisme distribusi pupuk bersubsidi pada 2026 tidak mengalami perubahan. Sistem e-RDKK tetap menjadi acuan resmi dalam penyaluran pupuk ke kelompok tani.

Berdasarkan data 2025, tingkat serapan pupuk bersubsidi di Magetan tergolong tinggi. Rinciannya pupuk urea mencapai 91,26 persen, NPK 98,61 persen, NPK formula 100 persen, pupuk organik 91 persen, dan pupuk ZA mencapai 85,53 persen.

Uswatul juga menyampaikan bahwa harga pupuk bersubsidi turun sejak November 2025. Ia menuturkan bahwa penurunan harga mencapai sekitar 20 persen dari harga sebelumnya.

Dengan peningkatan kuota serta harga yang lebih terjangkau, lanjut Uswatul, Pemkab Magetan berharap distribusi pupuk bersubsidi sepanjang 2026 berjalan lancar.

Pemerintah menargetkan produktivitas pertanian di Magetan dapat terus meningkat sehingga mendukung kesejahteraan petani.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026