Magetan (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mencatat serapan pupuk subsidi secara total periode masa tanam satu (MT1) di bulan Januari hingga Maret 2026 mencapai kisaran 13-22 persen dari alokasi tahun 2026.

Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan Uswatul Chasanah di Magetan, Rabu, mengatakan guna mendukung produktivitas padi, petani Magetan mendapat alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 mencakup Urea sebanyak 22.784 ton, NPK 22.374 ton, ZA 425 ton, NPK formula 25 ton, dan pupuk organik 6.327 ton.

"Kami menargetkan alokasi pupuk subsidi dapat terserap maksimal atau terserap 100 persen," katanya.

Sesuai data, hingga Maret 2026, realisasi penyaluran pupuk tercatat untuk Urea sebesar 3.609,85 ton (15,18 persen), NPK 2.964 ton (13,27 persen), serta pupuk organik 1.403,18 ton (22,18 persen).

Untuk April, distribusi masih dalam tahap verifikasi dan validasi, dengan proyeksi serapan mencapai sekitar 35 persen dari total alokasi.

Ia menegaskan bahwa mekanisme distribusi pupuk bersubsidi pada 2026 tidak mengalami perubahan. Sistem e-RDKK tetap menjadi acuan resmi dalam penyaluran pupuk ke kelompok tani.

Pemerintah kabupaten setempat berharap distribusi pupuk yang tepat waktu serta percepatan tanam dapat menjaga produksi padi di Magetan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Pemkab Magetan menargetkan perluasan lahan tanam padi mencapai 63.000 hektare pada tahun 2026 untuk mendukung swasembada pangan.

Target luasan lahan pertanian itu juga termasuk optimalisasi lahan non-produktif yang diproyeksikan menjadi lahan produktif.

Selain itu, juga didukung dengan penanaman varietas padi genjah atau berumur pendek yang memiliki produktivitas lebih tinggi.

Padi genjah dinilai mampu mempercepat masa panen, menghemat penggunaan air, dan meningkatkan indeks pertanaman (IP) atau jumlah panen per tahun, sehingga secara langsung juga menambah luas tanam sekaligus produksi padi daerah.

Data setempat mencatat, produksi padi Magetan tahun 2025 mencapai sekitar 308.221 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas lahan panen tanaman mencapai 50.411 hektare atau rata-rata 6,1 ton per hektare.

Wilayah Kabupaten Magetan yang menjadi sentra utama penanaman padi, di antaranya terdapat di Kecamatan Kartoharjo, Barat, Karangrejo, Karas, Takeran dan Kawedanan.

Sedangkan wilayah kecamatan lain lebih banyak memproduksi sayuran hortikultura. Terutama wilayah lereng Gunung Lawu, seperti Kecamatan Poncol, Plaosan, Parang dan Panekan.

 



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026