Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara (Jubir) Presiden RI, menyatakan sejumlah capaian pemerintah dipaparkan dalam retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Selasa, termasuk di antaranya terkait pembangunan jembatan di berbagai daerah Indonesia.
Dalam acara itu, Prasetyo menyebut sebanyak 6.900 jembatan dilaporkan segera terbangun pada tahun 2026, khususnya di daerah-daerah terpencil yang warganya masih harus basah-basahan menyeberangi sungai untuk beraktivitas sehari-hari.
"Yang pertama adalah video mengenai pembangunan jembatan-jembatan gantung, yang satu bulan yang lalu diperintahkan oleh Bapak Presiden untuk segera dibangun, terutama jembatan-jembatan yang menjadi akses adik-adik kita menuju ke sekolah," kata Prasetyo Hadi saat jumpa pers pada sela-sela retret di kediaman pribadi Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa malam.
"Alhamdulillah, dalam satu bulan, sudah ada perkembangan: 11 jembatan gantung sudah selesai, sedang dalam proses 50, dan terus akan kita kejar di tahun 2026, yang sangat urgent tadi dilaporkan kurang lebih sekitar 6.900 jembatan," sambung Prasetyo.
Video yang disebut oleh Prasetyo merujuk kepada tayangan yang disiarkan dalam sesi pembuka retret. Sesi pembuka retret sampai dengan Taklimat Awal Tahun 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto digelar terbuka untuk wartawan dan masyarakat melalui kanal YouTube. Namun, untuk sesi berikutnya, retret digelar tertutup.
Tidak hanya mengenai pembangunan jembatan, Mensesneg Prasetyo melanjutkan capaian terkait program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga dipaparkan saat sesi pembuka retret. Program-program prioritas yang dimaksud oleh Pras, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Program Makan Bergizi Gratis, tentunya hari ini telah mencapai 55 juta penerima manfaat. Ada kurang lebih 19.000 SPPG yang sudah terbangun. Target pada tahun 2026, harus selesai, kurang lebih nanti ada sekitar 35.000 SPPG yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat. Kemudian juga Cek Kesehatan Gratis sudah mencapai angka 70 juta, seluruh warga negara, dalam satu tahun pada tahun 2025," ujar Prasetyo Hadi.
Terkait pencapaian-pencapaian itu, Pras menyampaikan Presiden Prabowo pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajarannya.
"Beliau (Presiden Prabowo, red.) tadi mengucapkan terima kasih dan ingin membulatkan tekad kembali, Kabinet Merah Putih bahwa kita betul-betul ingin bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara, untuk kepentingan masyarakat. Jadi, kendala-kendala yang mungkin timbul di dalam pelaksanaan program-program prioritas di dalam retret tadi disampaikan langsung oleh menteri-menteri terkait kepada Bapak Presiden, dan langsung kemudian didiskusikan penyelesaian-penyelesaiannya," kata Mensesneg Prasetyo Hadi.
