Lamongan (ANTARA) - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengarahkan kawasan transmigrasi untuk dikembangkan sebagai pusat hilirisasi industri guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional dan memperluas penciptaan lapangan kerja.
“Kawasan transmigrasi harus memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui hilirisasi dan industrialisasi sesuai potensi daerah,” ujarnya saat menghadiri Dies Natalis ke-75 SMP Negeri 1 di Lamongan, Jawa Timur, Sabtu.
Ia menjelaskan bahwa arah kebijakan transmigrasi saat ini tidak lagi bertumpu pada penyediaan permukiman, melainkan difokuskan untuk mendorong terbentuknya pusat-pusat ekonomi baru yang produktif dan berkelanjutan.
Sejumlah kawasan transmigrasi telah dikembangkan untuk industri berbasis komoditas, seperti pabrik gula.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pengembangan industri kakao, pangan, hortikultura, kopi, serta komoditas unggulan daerah lainnya sesuai karakteristik wilayah.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah menetapkan 194 kawasan transmigrasi sebagai prioritas nasional yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.
“Pengembangannya disesuaikan dengan potensi daerah. Pemerintah juga menjaring investor yang memiliki kemampuan dan komitmen mengembangkan industrialisasi, baik di sektor pangan maupun perkebunan,” jelasnya.
Viva Yoga menambahkan, pemerintah menyiapkan dukungan pembiayaan serta membuka ruang komunikasi dan negosiasi dengan investor untuk membangun ekosistem ekonomi yang terpadu dan berkelanjutan di kawasan transmigrasi.
Selain pembangunan kawasan dan industri, ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia sebagai faktor penentu keberhasilan hilirisasi.
Menurut dia, generasi muda perlu terus belajar, mengembangkan gagasan, serta berpikir mandiri dan bertanggung jawab.
Pihaknya optimistis, sinergi antara pengembangan kawasan, hilirisasi industri, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia akan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026