Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ponorogo memutuskan meniadakan pesta kembang api pada perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 sebagai bentuk empati terhadap bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.
Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo Lisdyarita di Ponorogo, Minggu, mengatakan peringatan Tahun Baru tetap digelar secara sederhana dan khidmat tanpa hiburan berskala besar.
Kegiatan perayaan dipusatkan di tiga lokasi, yakni Alun-alun Ponorogo, kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP), serta Telaga Ngebel.
"Perayaan tetap kami laksanakan meski tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Unsur simbolisnya tetap ada tanpa mengurangi makna peringatan," kata Lisdyarita.
Ia menjelaskan, pemilihan tiga lokasi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penumpukan massa pada satu kawasan.
Di MRMP, peringatan malam tahun baru akan diisi dengan doa bersama, sedangkan di Telaga Ngebel masyarakat masih dapat menikmati atraksi air mancur dengan suasana yang lebih tenang.
"Harapannya masyarakat tetap bisa menikmati momen pergantian tahun sekaligus panorama wisata di Ponorogo," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo memastikan pengamanan malam pergantian tahun diperketat, khususnya di titik-titik keramaian dan kawasan wisata.
"Kami menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat dan mencegah kemacetan," katanya.
Sedangkan di kawasan Telaga Ngebel, kepolisian merekomendasikan penerapan sistem parkir terpusat guna menghindari kepadatan kendaraan di badan jalan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola agar menyiapkan kantong parkir dan memastikan arus lalu lintas tetap lancar," ujar Andin.
