Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur menerjunkan tim ke lokasi bencana angin kencang di Desa Darma, Camplong yang menyebabkan puluhan rumah warga rusak dan fasilitas pendidikan di SMP Negeri setempat ikut terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Fajar Arif Taufikurrahman di Sampang, Selasa menjelaskan, langkah itu dilakukan untuk memastikan jumlah kerugian dan kebutuhan bantuan warga terdampak.
"Sebab, berdasarkan laporan yang kami terima, hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, pada Senin sore (15/12/2025), telah menyebabkan dampak signifikan bagi warga Desa Dharma Camplong. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan, sejumlah pohon tumbang, serta fasilitas pendidikan di SMPN 1 Camplong ikut terdampak," katanya.
Karena itu, sambung dia, pihaknya langsung menerjunkan tim khusus ke lapangan untuk melakukan pendataan dan penanganan langsung di lokasi bencana tersebut.
Menurut Fajar, berdasar data awal tim BPBD Pemkab Sampang, angin kencang yang terjadi di Camplong itu telah menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang sejumlah rumah warga, dan banyak pohon tumbang. Salah satunya menimpa bangunan SMP Negeri 1 Camplong.
Pohon tumbang dilaporkan menimpa beberapa fasilitas di SMPN 1 Camplong, Desa Dharma Camplong. Sejumlah ruangan mengalami kerusakan ringan hingga sedang, di antaranya Ruang BK, Ruang OSIS, Laboratorium IPA 1 dan 2, mushola, serta ruang kelas 8.
Permukiman warga di Dusun Pesisir Timur dan Barat juga terdampak cukup parah.
Berdasarkan data BPBD, terdapat belasan rumah mengalami rusak sedang dan puluhan lainnya rusak ringan akibat terjangan angin dan material pohon tumbang.
Dalam peristiwa tersebut, satu orang warga dilaporkan mengalami luka ringan. Korban bernama Moh. Holil (50), warga Dusun Pesisir Timur, Desa Dharma Camplong. Korban telah mendapatkan penanganan dan kondisinya dilaporkan stabil.
BPBD mencatat sedikitnya enam pohon tumbang dengan berbagai ukuran diameter, terdiri dari pohon cemara, trembesi, dan glodokan tiang. Beberapa di antaranya berdiameter hingga 50 sentimeter, sehingga proses evakuasi membutuhkan koordinasi lintas unsur.
"Evakuasi pohon tumbang dan pembersihan hingga malam ini masih berlangsung, mengingat ukuran pohon yang cukup besar dan lokasi yang berada di sekitar permukiman serta sekolah," katanya.
Dalam penanganan bencana ini, BPBD Sampang berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BPBD Jawa Timur, Pemerintah Desa Dharma Camplong, pihak sekolah SMPN 1 Camplong, serta warga setempat.
Langkah-langkah yang dilakukan meliputi evakuasi pohon, asesmen rumah warga terdampak, dokumentasi, hingga pelaporan ke pimpinan.
BPBD Sampang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor melalui layanan darurat jika terjadi keadaan darurat.
