Surabaya (ANTARA) - Yayasan Manarul Ilmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (YMI ITS) menyatakan kesiapan menambah bantuan bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara melalui dukungan logistik dan relawan.
“Dari YMI, apa pun yang terkait bencana Aceh–Sumatera siap untuk mensupport,” kata Ketua Umum Pengurus YMI ITS, Triyanto di Surabaya, Senin.
Ia menyebut bahwa dana yang terkumpul melalui YMI telah mencapai Rp120 juta dan masih bertambah.
“Penggalangan masih kita buka terus,” ujarnya.
YMI ITS juga mengirim sepuluh relawan yang akan berkoordinasi dengan tim ITS di lapangan maupun lembaga kemanusiaan lain.
Selain itu, YMI membuka kembali program wakaf desain dan bantuan pembangunan hunian darurat seperti yang pernah dilakukan pada bencana Semeru.
“Kalau permintaannya banyak, kita siap mensupport pembangunan seperti waktu di Semeru,” kata Triyanto.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D, menegaskan bahwa upaya tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral kampus terhadap masyarakat terdampak.
“Apa yang kami kirimkan hari ini berupa beras, minyak, surimi dan sebagainya. Dana yang terkumpul sementara Rp300 juta namun kita masih menggalang dana,” ujarnya.
Selain bahan pangan, ITS mengirim perangkat komunikasi Starlink, genset, vitamin, hingga 1.000 mukena untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di lokasi bencana.
"Ini adalah panggilan bagi kami untuk bisa berbagi pada saudara-saudara kita yang berada di tempat bencana,” tambahnya.
Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) lebih dulu menyalurkan bantuan awal ke sejumlah titik terdampak. Perwakilan IKA ITS, Adi Dharma, mengatakan penggalangan dana dilakukan segera setelah kabar bencana muncul.
“Dalam waktu satu sampai dua minggu terkumpul sampai hari ini Rp58 juta dan ini bergerak terus,” ujarnya.
Untuk distribusi bantuan, tim menggunakan tiga truk sembako dan lima mobil offroad dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk menjangkau wilayah dengan kerusakan terparah, termasuk Aceh Tamiang.
“Itu memang paling parah dari sekian lokasi di Sumatera. Hanya bisa diakses dengan pesawat dibantu TNI,” katanya.
Bantuan berikutnya diarahkan ke Pidie Jaya serta Pameu, Aceh Tengah, yang hanya dapat ditembus kendaraan 4x4.
“Menuju Pameu pun kita enggak bisa satu hari karena sangat jauh. Kita harus bermalam di Geumpang jam sepuluh malam dan dilanjut besok pagi subuh masuk ke Pameu,” katanya.
Selain dari IKA ITS pusat, sejumlah ikatan alumni per departemen juga menyalurkan bantuan mandiri. “Ada yang sekitar Rp22 juta dari Ikatan Alumni Teknik Lingkungan dan yang IKA Teknik Kimia sekitar Rp30 juta atau Rp50 juta,” ujar Adi.
IKA ITS pusat dan departemen turut mengirim sekitar 500 kaos untuk masyarakat terdampak.
YMI ITS siap tambah bantuan untuk korban bencana Sumatera
Senin, 8 Desember 2025 19:06 WIB
Pimpinan ITS, sivitas akademika, alumni, dan relawan berfoto bersama dalam pelepasan Satgas Kemanusiaan ITS untuk Aceh–Sumatera. (ANTARA/HO-Humas ITS)
Kalau permintaannya banyak, kita siap mensupport pembangunan seperti waktu di Semeru
