Surabaya (ANTARA) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Ikatan Alumni (IKA) ITS dan Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS memfokuskan kolaborasi pada pemulihan pascabencana banjir Aceh melalui penyediaan air bersih, renovasi fasilitas ibadah, layanan kesehatan, serta dukungan pendidikan masyarakat.
“Kolaborasi lintas elemen ini kami lakukan agar penyaluran bantuan lebih terarah dan tidak bersifat sporadis,” kata Sekretaris Jenderal YMI ITS Arief Wisnu Cahyono di Surabaya, Senin.
Ia menjelaskan salah satu capaian utama pada fase pemulihan jangka panjang tersebut adalah rampungnya renovasi Masjid An-Nur di Aceh Tamiang yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir.
Wisnu menyebutkan, YMI ITS yang berakar dari sivitas akademika ITS diarahkan menjadi saluran amal bagi alumni dan sivitas kampus, khususnya dalam merespons bencana banjir di Sumatera yang berdampak luas.
“Proses rekonstruksi pascabencana ini masih panjang. Karena itu kami terus melakukan fundraising bersama Satgas ITS dan IKA ITS, baik pengurus pusat maupun wilayah,” ujarnya.
Pada pengiriman bantuan lanjutan, ITS juga menyiapkan infrastruktur pengolahan air bersih berupa mobile water treatment yang didukung kementerian terkait untuk mengolah air berlumpur agar layak digunakan masyarakat.
“Teknologinya bukan hal baru, tetapi kami menyiapkan peralatan yang lebih andal dan mudah dioperasikan. Yang paling penting, air bersih dapat tersedia dengan cepat dan mudah digunakan masyarakat,” kata Wisnu.
Perwakilan IKA ITS Adi Dharma mengatakan pada tahap awal penanganan bencana, keterlibatan ITS dan alumni dilakukan secara masif dengan pembagian tugas di berbagai divisi.
“Tahap pertama kami turun dengan banyak divisi, mulai dari logistik, dapur umum, layanan air bersih, hingga penyediaan Starlink untuk komunikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan juga menjangkau 16 desa terisolasi di wilayah Takengon serta mencakup pembersihan dan renovasi Masjid An-Nur dengan nilai sekitar Rp100 juta.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana ITS Machsus menegaskan ITS sejak awal menurunkan tim secara bertahap sesuai hasil evaluasi kondisi lapangan, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan aktivitas masyarakat.
Sementara Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Agus Muhamad Hatta menyatakan ITS akan memaksimalkan penggunaan perlengkapan bersifat portabel agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan efektif di tengah potensi cuaca ekstrem yang berulang.
