Madiun (ANTARA) - BPBD Kota Madiun, Jawa Timur memberikan pelatihan penanganan kebencanaan berupa water rescue dan teknik pemadaman api kepada sekitar 181 mahasiswa di kawasan Embung Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo sebagai upaya mitigasi menghadapi potensi bencana.
Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun Heter Hidayati mengatakan pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.
"Pelatihan kebencanaan ini untuk membekali mahasiswa tentang keterampilan yang dapat digunakan dalam keadaan darurat, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam mitigasi dan penanganan bencana," ujar Heter di sela pelatihan, Selasa.
Para peserta mendapatkan materi teknik dasar mendayung, teknik dasar kebencanaan, teknik evakuasi korban di perairan, cara melindungi diri ketika berada di lingkungan air, dan teknik dasar pemadaman api.
Pihaknya mengatakan bahwa pelatihan dan edukasi tentang kebencanaan, tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa, tetapi juga terbuka bagi kelompok masyarakat lainnya.
"Kami juga rutin memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, Dharma Wanita dan PKK. Materinya beragam, salah satunya teknik dasar water rescue," katanya.
Heter menambahkan, memasuki musim hujan dan potensi bencana hidrometeorologi, maka pemahaman dasar penanganan bencana sangat penting dimiliki masyarakat.
"Ketika terjadi kebakaran kecil atau insiden air, hal pertama adalah jangan panik. Ilmu yang didapat di pelatihan ini bisa membantu menyelamatkan diri maupun lingkungan sekitar," katanya.
Salah satu peserta Olivia, mengaku mendapatkan pengalaman baru dan berharga selama mengikuti praktik pelatihan kebencanaan.
"Ilmu dan materi yang didapat luar biasa. Awalnya tidak tahu cara penanganan bencana dasar. Tapi di sini kami diberi bekal untuk memahami situasi bencana, baik kebakaran maupun bencana air," katanya.
Ia berharap kegiatan serupa sering dilakukan, sehingga semakin banyak kalangan masyarakat yang teredukasi tentang mitigasi bencana, utamanya di masa rawan musim hujan.
