Madiun (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Jawa Timur menyiagakan sejumlah personel yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem selama musim hujan.
Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun Heter Hidayati di Madiun, Kamis, mengatakan BPBD telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi wilayah sekaligus mempercepat respons jika terjadi keadaan darurat.
"Kami menyiagakan empat regu Tim Reaksi Cepat yang siap siaga 24 jam. Tim tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat, tapi juga aktif melakukan patroli lingkungan untuk memantau langsung titik-titik rawan," ujar Heter.
Selain menyiagakan personel, BPBD juga telah memetakan sejumlah wilayah yang rawan bencana dan berpotensi terdampak.
Hasil pemetaan, wilayah yang rawan mengalami bencana banjir akibat luapan sungai meliputi Kelurahan Kelun, Tawangrejo, Rejomulyo, dan Pilangbango. Sedangkan titik rawan genangan air berada di Jalan Sawo dan kawasan Punthuk.
Ia menambahkan hingga saat ini status kebencanaan di Kota Madiun masih merujuk pada Surat Keputusan Siaga Darurat Hidrometeorologi yang berlaku hingga Maret 2026, sesuai instruksi BPBD Provinsi Jawa Timur dan BNPB Pusat.
Karena itu, masyarakat juga diimbau untuk waspada serta mulai melakukan langkah pencegahan bencana secara mandiri di lingkungan masing-masing.
"Kami mengimbau warga untuk mengecek kondisi rumah. Apabila ada pohon di sekitar rumah yang berpotensi tumbang saat angin kencang, sebaiknya segera dilakukan penebangan dini," katanya.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026