Surabaya (ANTARA) - Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) menawarkan akses jutaan koleksi digital serta fasilitas teknologi modern kepada mahasiswa internasional, termasuk dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, sebagai bagian dari perluasan kerja sama akademik kedua kampus tersebut.
“Mahasiswa dapat mengakses lebih dari 4 juta bahan rujukan elektronik berupa e-books, e-articles, dan e-journals. Akses ini tersedia sepanjang hari, termasuk bagi mahasiswa yang belajar dari luar kampus, bahkan dari Indonesia,” kata Chief Librarian UTHM Zahara Abd Samad di Johor Darul Ta'zim, Malaysia, Sabtu.
UTHM juga menyediakan platform ISIS Online dengan lebih dari satu juta referensi tambahan yang dapat diakses anggota perpustakaan, termasuk pihak luar melalui mekanisme keanggotaan berbayar.
Selain itu, kampus memiliki laboratorium aerospace dan robotika yang digunakan untuk pelatihan mahasiswa serta guru, serta aktif mengikuti berbagai kompetisi robotik tingkat nasional dan internasional.
Kampus tersebut turut mengembangkan ruang showcase mekanik dan drone yang menampilkan berbagai jenis drone dan teknologi pengendaliannya.
UTHM bahkan mencatatkan rekor pembuatan drone yang mampu membawa beban hingga 200 kilogram.
Fasilitas lainnya adalah Laboratorium Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) hasil kolaborasi dengan Microsoft dan Huawei, yang mendukung perkuliahan hybrid melalui kamera cerdas yang mampu menangkap suara dan mengarahkan fokus otomatis kepada mahasiswa yang berbicara selama kelas daring.
Sementara itu, Rektor Untag Surabaya Prof. Mulyanto Nugroho menegaskan komitmen merealisasikan nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua pihak.
"Tentunya kami berharap ini akan segera direalisasikan dan diwujudkan dalam program-program bersama yang memang nantinya bisa dikerjakan secara bersama-sama," tutur Prof Nugroho.
UTHM tawarkan akses koleksi digital ke mahasiswa internasional
Sabtu, 29 November 2025 11:57 WIB
Delegasi Untag Surabaya saat berkunjung ke Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). (ANTARA/Willi Irawan)
Tentunya kami berharap ini akan segera direalisasikan dan diwujudkan dalam program-program bersama yang memang nantinya bisa dikerjakan secara bersama-sama
