Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor enam truk produk Industri Kecil Menengah (IKM) Desa Devisa Jawa Timur dengan nilai total 351,6 ribu dolar AS atau setara Rp5,8 miliar.
"Kita melepas enam truk produk ekspor desa devisa ke enam negara. Semoga ini jadi pelecut bagi kita semua untuk terus meningkatkan produk IKM Desa Devisa supaya tumbuh dan berkembang lebih besar lagi,” katanya di Surabaya, Kamis.
Adapun produk yang dilepas pertama adalah Jahe Gajah senilai 53.200 dolar AS dengan tujuan Bangladesh dan keripik singkong senilai 14.661 dolar AS ke Korea Selatan.
Berikutnya produk yang dilepas adalah produk mi kering ke Netherlands dengan total nilai ekspor mencapai 6.686,40 dolar AS serta kerupuk senilai 200.000 dolar AS ke India.
Kemudian, produk unggulan sepatu negara tujuan Korea Selatan dengan total nilai ekspor 37.060 dolar AS dan pakan ternak ke Australia dengan total nilai ekspor 40.000 dolar AS.
Khofifah mengatakan Desa Devisa di Jatim hingga November 2025 telah ada sebanyak 293 desa setelah sebelumnya telah dirilis 72 Desa Devisa baru.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk semakin memperkokoh kolaborasi dalam meningkatkan daya saing ekspor Jawa Timur.
"Untuk Desa Devisa kali ini kontainernya dibantu oleh Pelindo III. Memang penguatan demi penguatan fasilitasi demi fasilitasi bagi eksportir pemula dengan produk desa devisa membutuhkan support dari kita," ujarnya.
Tak hanya melepas produk ekspor, Khofifah juga menyaksikan penandatanganan hasil business matching oleh empat UKM Ekspor dengan Atase Perdagangan Malaysia.
Empat UKM tersebut di antaranya Sang Bamboo dengan Cemara Ayu SDN BHD (Komoditi Kerajinan Topi & Anyaman Pandan) senilai Rp3,9 triliun serta Dona Doni dengan Cemara Ayu SDN BHD (Komoditi Keranjang Handuk) senilai Rp44 juta.
Selanjutnya, CV Temon Agro dengan Orient Biotech BHD (Komoditi Gula Aren) senilai Rp198 juta dan PT Grow Artha Rimpang dengan Nad Masroni (Komoditi Minuman Seduhan Herbal) senilai Rp77,7 juta.
