Surabaya (ANTARA) - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim memaparkan capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di sektor pertanahan kepada Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Kepala Kanwil BPN Jawa Timur Asep Heri di Surabaya, Kamis menyampaikan data kinerja yang impresif mengenai realisasi PNBP sektor pertanahan di wilayahnya.
Ia mengatakan, data menunjukkan bahwa Jawa Timur secara konsisten mencatatkan capaian realisasi PNBP yang signifikan dan melampaui target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
"Angka-angka ini merupakan bukti nyata bahwa sektor pertanahan di Jawa Timur bergerak sangat dinamis. Selama tiga tahun terakhir, yaitu dari tahun 2022 hingga 2024, capaian realisasi PNBP Jawa Timur selalu berada di atas 100 persen,"ujarnya saat menyambut rombongan Komisi II DPR RI di kantor Kanwil BPN Jatim.
Anggota Komisi II DPR RI Zulfikar dalam sambutannya dan sekaligus memimpin rapat kali ini menekankan pentingnya perbaikan fundamental di sektor pertanahan sebagai kunci utama untuk meningkatkan penerimaan negara.
"Sektor pertanahan memiliki potensi besar untuk mendatangkan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dalam hal ini, harus ada perbaikan dari sisi dasar (basic) administrasi dan data pertanahan. Dengan menurunkan sengketa dan konflik, PNBP akan meningkat," ujar Zulfikar.
Mewakili Gubernur Jawa Timur, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Jatim Imam Hidayat menyambut baik kedatangan Komisi II.
"Kunjungan kerja ini akan memberikan pencerahan yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan PNBP di sektor pertanahan dan mendorong kemajuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur," katanya.
Hadir dalam rapat kunjungan kerja spesifik kali ini Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Jatim, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin dan Bahtra dari Fraksi Gerindra. Hadir juga jajaran forkopimda, serta kepala kantor pertanahan kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
