Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur memperkuat peran kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam upaya percepatan menurunkan stunting di kota ini.
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Pemkot Kediri Syamsul Bachri mengemukakan keberadaan kader TPK memiliki peran yang semakin penting seiring adanya kebijakan pemerintah terkait penurunan stunting hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tugas mulia ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan ketelitian agar program tersebut tepat sasaran dan benar-benar memberi dampak bagi kualitas tumbuh kembang anak,” kata Syamsul di Kediri, Rabu.
Ia menegaskan bahwa peran TPK sebagai tenaga lini terdepan sangat penting dalam menekan angka stunting di Kota Kediri.
Selain memastikan keluarga mendapatkan pendampingan yang tepat, para kader juga berperan dalam memfasilitasi rujukan kesehatan dan bantuan sosial, sehingga keluarga dengan risiko stunting dapat menerima layanan secara cepat dan sesuai kebutuhan.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi para kader di lapangan. Para kader sering bekerja dalam kondisi yang tidak mudah, mulai dari memastikan data keluarga selalu mutakhir hingga memberikan edukasi gizi kepada keluarga yang belum memahami pentingnya pola asuh dan pemenuhan nutrisi.
Di Kota Kediri, para kader akan bertugas melakukan pendataan, verifikasi, hingga pendistribusian makanan bergizi kepada tiga kelompok sasaran utama, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Meski tidak banyak mendapat sorotan publik, kata dia, pekerjaan para kader tersebut dinilai sangat berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Upaya mereka mungkin tidak viral, tetapi manfaatnya dirasakan langsung oleh keluarga-keluarga di Kota Kediri,” ujarnya.
Pihaknya memberikan apresiasi atas kinerja dari para kader yang telah berjuang selama ini. Mereka menjadi garda terdepan dalam pendampingan keluarga, terutama terkait percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan keluarga, dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri M. Fajri Mubasysyr menambahkan pihaknya memberikan orientasi kepada para kader TPK.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para kader.
Ia menambahkan peran TPK sebagai tenaga lini terdepan sangat penting dalam menekan angka stunting di Kota Kediri.
Selain memastikan keluarga mendapatkan pendampingan yang tepat, para kader juga berperan dalam memfasilitasi rujukan kesehatan dan bantuan sosial.
"Sehingga keluarga dengan risiko stunting dapat menerima layanan secara cepat dan sesuai kebutuhan," kata dia.
Pihaknya berharap semangat para kader semakin kuat, koordinasi lintas sektor semakin solid, dan berbagai upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif, demi masa depan generasi Kota Kediri dan untuk mewujudkan program Kota Kediri Mapan (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni).
