Surabaya (ANTARA) -
PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memperkuat promosi investasi pada misi dagang Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Investasi di Singapura.
"Keikutsertaan SIER menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring investasi sekaligus menunjukkan kesiapan kawasan industri Jawa Timur di pasar global dan agenda di Singapura membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan mitra internasional," kata Kepala Divisi Pemasaran PT SIER, Dimaz Harenda, melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Selasa.
Dalam forum presentasi di KBRI Singapura, PT SIER sebagai anggota Holding BUMN Danareksa, memaparkan potensi dan prospek investasinya di hadapan Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Saribua Siahaan, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jatim, Dyah Wahyu Ermawati.
“Selama di Singapura, SIER juga mengikuti serangkaian pertemuan strategis yang diatur oleh Enterprise Singapore dan Infrastructure Asia,” ujar Dimaz.
PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) sebagai anggota Holding BUMN Danareksa, menjadi bagian dari delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam acara Misi Dagang dan Investasi di Singapura pada 13 November 2025.
Delegasi dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama pelaku industri dan pemangku kepentingan strategis. SIER sendiri diwakili Kepala Divisi Pemasaran, Dimaz Harenda, serta Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Divisi Pengembangan, Dita Savitri.
Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Saribua Siahaan, menyampaikan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 7–8 persen pada 2028.
Menurutnya, kemudahan berinvestasi serta percepatan hilirisasi industri menjadi langkah paling efektif untuk mencapai target tersebut.
Saribua menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah dan pengelola kawasan industri merupakan kunci untuk mempercepat masuknya investasi baru.
Dengan ekosistem kawasan yang siap, investor dapat mengeksekusi rencana bisnis mereka dengan lebih cepat dan efisien.
Sementara itu, Plt Direktur Utama yang juga Direktur Keuangan, Administrasi dan Manajemen Risiko PT SIER, Rizka Syafittri Siregar, menyambut positif keikutsertaan SIER dalam rangkaian agenda di Singapura.
Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mendorong pertumbuhan investasi di Jawa Timur.
