Madiun (ANTARA) - Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meraih penghargaan sebagai pemerintah daerah berprestasi tahun 2026 paling inovatif kategori Pembiayaan Kreatif Terbaik ke-1 Nasional dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, sehingga mendapat bantuan sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun dinilai sebagai daerah paling inovatif di Indonesia dalam menciptakan terobosan pendanaan pembangunan di luar anggaran konvensional APBD, mulai dari pengelolaan BUMD, pemanfaatan CSR, digitalisasi keuangan, hingga skema kerja sama strategis.
"Kunci utama Pemkab Madiun mengungguli kabupaten lain di Indonesia adalah keberanian melakukan lompatan inovasi pada sektor infrastruktur strategis, salah satunya melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam keterangannya di Madiun, Jumat.
Bupati menjelaskan penghargaan kategori pembiayaan kreatif tersebut merupakan bukti nyata bahwa Kabupaten Madiun berhasil keluar dari ketergantungan mutlak pada APBD konvensional dalam mendanai proyek-proyek strategis daerah.
"Keterbatasan APBD tidak boleh menjadi alasan terhentinya pembangunan. Penghargaan pembiayaan kreatif ini adalah buah dari keberanian kita melakukan inovasi pendanaan, baik melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), optimalisasi investasi swasta, maupun pemanfaatan instrumen keuangan kreatif lainnya yang akuntabel," katanya.
Ia mengatakan implementasi pembiayaan kreatif di Kabupaten Madiun dirancang secara linear untuk mendukung sektor produktif, seperti pembangunan infrastruktur publik dan penerangan jalan, yang pada akhirnya mampu menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal tanpa membebani fiskal daerah secara berlebihan.
Adapun, proyek KPBU untuk Alat Penerangan Jalan (APJ) kini resmi menjadi rujukan nasional. Sebanyak 7.459 titik lampu berbasis LED telah menerangi sekitar 300 kilometer ruas jalan hingga ke wilayah pedesaan di Kabupaten Madiun.
Menurut dia, inovasi tersebut membawa dampak signifikan terhadap efisiensi anggaran secara nyata mampu memangkas tagihan listrik daerah secara drastis. Dari semula mencapai Rp14 miliar lebih pada tahun 2023, turun tajam menjadi hanya sekitar Rp5 miliar pada periode 2025-2026.
"Pembangunan penyediaan fasilitas umum APJ tersebut jika hanya mengandalkan APBD murni, bisa memakan waktu hingga puluhan tahun. Selain itu, dampak sosial secara nyata mampu menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas di malam hari karena jalan-jalan telah terang," kata dia.
Sementara, penghargaan kategori Pembiayaan Kreatif Terbaik ke-1 Nasional tersebut diserahkan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Wilayah Jawa-Bali yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI pada malam apresiasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis (4/6) malam.
Selain kategori pembiayaan kreatif (creative financing), Kemendagri juga memberikan apresiasi untuk kategori penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, serta pengendalian inflasi.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.