Surabaya (ANTARA) - Tim 1 dari Lamongan, Jawa Timur, terpilih mewakili Indonesia pada kompetisi aplikator keramik internasional di Hong Kong setelah menjuarai Grand Final Sika Tiler Competition 2025 yang digelar di Mall Alam Sutera, Tangerang.
“Kami melihat para aplikator keramik sebagai garda terdepan, yang keahliannya menentukan hasil akhir dan ketahanan suatu bangunan," kata Channel Distribution Manager Sika Indonesia, Basuki Setiawan dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Melalui Tiler Competition ini, pihaknya tidak hanya mencari yang tercepat, tetapi juga yang paling presisi dan rapi, sejalan dengan kampanye global Sika "Beyond the Expected".
"Sika Tiler Competition merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kompetensi aplikator di Indonesia dan mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi nasional,” ujarnya.
Sika Tiler Competition—yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan—merupakan kompetisi nasional bagi aplikator keramik profesional sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor konstruksi.
Tahun ini, tantangan dirancang lebih kompleks untuk menguji kemampuan teknis dan kerja tim berdasarkan gambar kerja yang telah ditentukan.
Sebanyak 48 tim berpartisipasi pada babak grand final, terdiri atas para pemenang dari Semarang, Surabaya, dan babak penyisihan di berbagai modern outlet di Indonesia.
Peserta diuji dalam kecepatan, ketelitian, dan presisi menggunakan produk SikaCeram TileFix serta Sika Tile Grout.
Penilaian dilakukan oleh tim juri profesional dari Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Banten, yang menitikberatkan pada kerapatan dan kekuatan rekat, ketepatan waktu, kerapian, dan estetika hasil akhir.
Tim 1 Lamongan yang diwakili Murtoni dan M. Ali Fauzi keluar sebagai juara pertama.
“Perjuangan dari babak kualifikasi hingga Grand Final ini sangat menguras tenaga, tetapi kami termotivasi untuk membuktikan bahwa kami, aplikator dari Indonesia, mampu bersaing di panggung dunia," katanya
Timnya berterima kasih kepada Sika yang telah memberikan edukasi dan produk terbaik.
"Ini adalah impian yang menjadi kenyataan, dan kami siap membawa nama baik Indonesia di Hong Kong,” katanya.
Sebagai juara pertama, tim Lamongan menerima hadiah Rp6 juta dan akan bersaing dengan peserta dari Vietnam, India, Tiongkok, Brasil, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, serta perwakilan dari Afrika dan Amerika Selatan.
Juara kedua diraih Tim 2 Semarang (Demak) dengan hadiah Rp4,5 juta, sedangkan juara ketiga Tim 4 Jabodetabek memperoleh Rp2,5 juta.
