Surabaya (ANTARA) - Kantor pencarian dan pertolongan (SAR) Kelas A Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi beserta satu tim rescue untuk mengevakuasi medis salah satu anak buah kapal (ABK) MV Girolando Express berkebangsaan Filipina yang dilaporkan sakit.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit selaku SAR Mission Coordinator menyebut pihaknya langsung merespons permintaan bantuan tersebut melalui koordinasi lintas instansi.
“Kami merespons laporan permohonan evakuasi ini dengan berkoordinasi dengan agen kapal di Indonesia dan pihak terkait,” kata Nanang dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu.
Ia menjelaskan, jika satu tim rescue diberangkatkan menggunakan KN SAR 249 Permadi menuju titik intercept yang telah disepakati di sekitar buoy 5 atau sekitar empat mil laut timur laut Pulau Karang Jamuang, di Selat Madura.
Selain itu, kata dia, berdasarkan komunikasi dengan kru MV Girolando Express, korban bernama Jerry F (26), yang merupakan masinis sempat pingsan saat bekerja di ruang mesin sebelum kembali sadar dengan kondisi kedua kaki terasa kebas dan sangat lemah.
Di sisi lain, lanjutnya, kondisi lengan dan kaki korban dilaporkan dingin meski ia masih dapat melakukan sedikit pergerakan pada bagian kakinya.
Selanjutnya, Kantor SAR Kelas A Surabaya melibatkan sejumlah instansi dalam proses evakuasi tersebut, antara lain Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Syahbandar Gresik, VTS Surabaya dan KKP Tanjung Perak.
Kemudian Rumah Sakit PHC, KSOP Tanjung Perak, Polairud Mabes Polri, Polairud Polda Jawa Timur serta unsur pendukung lainnya.
Selain itu, kata Nanang, rencana evakuasi medis selanjutnya akan dilakukan melalui Pelabuhan Mirah – Tanjung Perak sebelum korban dibawa menuju fasilitas kesehatan.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berupaya melakukan intercept pada titik yang telah ditentukan sebelum membawa korban ke daratan.
“Kami memastikan seluruh prosedur evakuasi terhadap WNA dijalankan sesuai standar yang berlaku,” tuturnya.
