Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengalokasikan anggaran Rp18 miliar untuk memperkuat infrastruktur dan ekspansi destinasi wisata daerah itu agar berdaya saing dan berkontribusi bagi perekonomian masyarakat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparbud Trenggalek Edi Santoso, Kamis  mengatakan, porsi anggaran tersebut masih bersifat dinamis dan menunggu finalisasi.

Namun, fokus penggunaan diarahkan pada dua sektor utama, yakni kebudayaan dan pariwisata.

"Seluruh kegiatan budaya dan pariwisata menjadi prioritas, namun alokasi lebih besar difokuskan untuk pengembangan wisata," kata Edi.

Ia menjelaskan, anggaran pariwisata akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur di sejumlah destinasi, terutama kawasan pantai di pesisir selatan yang masih memerlukan fasilitas pendukung seperti area parkir, jogging track, dan sarana kebersihan.

"Wisata pantai masih butuh banyak pembenahan agar lebih representatif dan menarik bagi wisatawan," ujarnya.

Selain perbaikan, pemerintah daerah juga menyiapkan kegiatan ekspansi wisata yang difokuskan di dua lokasi, yakni Goa Lowo dan Tumpak Tileng. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

"Rencana awal ekspansi Goa Lowo dianggarkan Rp5 miliar, namun masih dalam tahap pembahasan dan bisa berubah sesuai hasil evaluasi," jelasnya.

Edi menambahkan, porsi anggaran Disparbud 2026 tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

Namun, apabila rencana pinjaman daerah terealisasi, ada peluang peningkatan anggaran untuk mendukung pengembangan destinasi wisata unggulan.

"Kalau dana pinjaman daerah disetujui, maka porsi ekspansi wisata bisa lebih besar," katanya.

Sementara itu, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Disparbud Trenggalek hingga Oktober 2025 tercatat sekitar 56 persen dari target Rp9 miliar.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang menurun.

"Tren penurunan PAD terjadi hampir di semua daerah, bukan hanya Trenggalek. Kami berharap tahun depan kondisi ekonomi membaik agar target PAD Rp10 miliar dapat tercapai," tutur Edi.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026