Surabaya (ANTARA) - Ketua terpilih Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Kediri, Hadi Setiawan, menilai Presiden ke-2 RI Soeharto merupakan sosok pejuang pembangunan yang layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah.
“Soeharto adalah bapak pembangunan yang telah mengubah Indonesia dari kondisi tertinggal menjadi negara yang diakui dunia sebagai macan Asia,” ujar Hadi saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa.
Ia menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keputusan pemerintah, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.
“Pemerintah patut diapresiasi karena memberikan penghargaan kepada tokoh yang jasanya begitu besar bagi bangsa. Ini menjadi teladan bagi generasi muda untuk menghargai jasa para pendahulu,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur ini.
Menurut Hadi, Soeharto merupakan putra terbaik bangsa yang telah meletakkan dasar-dasar pembangunan nasional dan menjadikan Indonesia disegani di dunia internasional.
Lanjutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan Soeharto telah berjuang mengangkat marwah bangsa di kancah dunia.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh bangsa pada peringatan Hari Pahlawan 2025, yaitu:
Marsinah (Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan), KH Abdurrahman Wahid/ Gus Dur (Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam), Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto (Bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik), Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Bidang Perjuangan Hukum dan Politik)
Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam), Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Bidang Perjuangan Bersenjata), Sultan Muhammad Salahuddin (Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi)
Kemudian, Syaikhona Muhammad Kholil (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam), Tuan Rondahaim Saragih (Bidang Perjuangan Bersenjata) dan Zainal Abidin Syah (Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi).
