Pemerintah Kota Surabaya membentuk tim percepatan pencegahan penyakit Tuberkulosis (TBC) dengan melibatkan sejumlah pihak dengan tujuan agar penanganan TBC lebih maksimal.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat, mengatakan penanganan penyakit TBC, sama halnya dengan pencegahan kasus COVID-19.

Sebelum pasien dinyatakan suspek TBC, Eri ingin jajarannya mengetahui terlebih dahulu kawasan mana saja yang paling banyak kasusnya.

"Pada intinya, penanganan TBC ini seperti COVID-19. Kalau sudah tahu berapa banyak kasus COVID-19 atau TBC, itu langsung ditangani dengan obat. Kalau sudah begitu, ke depannya akan sembuh semua 100 persen," kata Cak Eri, sapaan akrabnya.

Justru, kata dia, ketika kasus TBC semakin banyak ditemukan di Surabaya maka akan semakin bagus.

Dengan kroscek langsung maka penderita TBC di Kota Pahlawan akan semakin banyak yang disembuhkan.

Cak Eri ingin penanganan TBC juga sama dengan kasus stunting, gizi buruk dan kemiskinan. Ketika semua struktur yang ada di kecamatan dan kelurahan itu turun, maka masalah tersebut akan cepat diselesaikan.

Ia berpesan kepada seluruh kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala Puskesmas dan Kader Surabaya Hebat (KSH) untuk kroscek ke seluruh lokasi.

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022