Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, membangun kembali jembatan antardusun maupun antardesa yang ambruk karena merupakan akses utama bagi warga melakukan aktivitas, khususnya perekonomian.

Salah satunya adalah Jembatan Beto Labeng di Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, yang ambruk beberapa bulan lalu. Pembangunan jembatan itu menggunakan pos anggaran belanja tak terduga atau BTT.

"Jembatan yang ambruk ini memang sudah semestinya mendapat perhatian serius dan harus segera dibangun, karena menjadi akses utama masyarakat antardusun," ujar Bupati Situbondo Karna Suswandi usai meresmikan pembangunan Jembatan Beto Labeng, Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ambruk di desa itu menggunakan dana BTT sekitar Rp600 juta karena menjadi keharusan dan cepat dibangun. Jika tidak, aktivitas perekonomian warga setempat terhambat.

"Pembangunan jembatan ini bisa memudahkan masyarakat melakukan aktivitas kesehariannya, khususnya untuk perekonomian," tuturnya.

Jembatan yang memiliki panjang 14 meter, lebar 3,5 meter dengan ketinggian 7,2 meter itu, sejak hari ini sudah bisa digunakan oleh warga.

"Jembatan ini satu-satunya akses warga di Dusun Beto Labheng. Terima kasih karena sudah dibangun dengan cepat," kata Arjono, seorang warga setempat.

Menurut ia, sejak ambruk dan selama perbaikan jembatan, warga menggunakan jembatan alternatif yang dibangun secara swadaya menggunakan kayu.

"Jembatan alternatif yang berjarak sekitar 50 meter itu dibuat secara swadaya menggunakan alat dan bahan seadanya," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedunglo Dediyanto menyampaikan terima kasih kepada Bupati Karna Suswandi yang merespons dengan cepat keluhan warganya, terkait jembatan yang ambruk pada April lalu.

"Bupati sangat cepat merespons. Hanya berselang seminggu dari ambruknya jembatan, langsung dibangun," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Bupati Situbondo juga meresmikan pembangunan jembatan yang sebelumnya ambruk akibat tergerus banjir di Desa Kukusan, Kecamatan Kendit. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021