Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan mesin Anjungan Kependudukan dan Catatan Sipil/Dukcapil Mandiri (ADM) kepada 20 pemerintah kabupaten/ kota di wilayah provinsi setempat. 

"Pelayanan menggunakan mesin ADM tentunya semakin mempercepat layanan administrasi kependudukan," kata Khofifah kepada wartawan usai membagikan mesin ADM kepada perwakilan dari 20 pemerintah kabupaten/ kota yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat.
 
Video oleh Hanif Nashrullah

Inovasi pelayanan ini, lanjut Gubernur Khofifah, sejalan dengan anjuran Kementerian Dalam Negeri untuk mendigitalisasi administrasi kependudukan serta memberi pelayanan cepat. 

Dengan begitu masyarakat dapat mencetak dokumen kependudukan, seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian dan lainnya dalam waktu tidak lebih dari satu setengah menit, sesuai dengan "QR Code" yang sudah diregistrasi oleh Kantor Dukcapil di wilayah kabupaten/ kota masing-masing.

Mesin ADM yang dibagikan merupakan bantuan dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Tbk (Bank Jatim).

"Tadi saya bilang ke Pak Dirut Bank Jatim, kan di Jatim ada 38 kabupaten/ kota, jadi masih kurang 18 mesin ADM," ujarnya. 

Mantan Menteri Sosial itu menandaskan untuk kabupaten/ kota yang wilayahnya sangat luas tentunya membutuhkan lebih dari satu mesin ADM.

"Harapan kami mesin ADM ini adalah stimulan. Maka selanjut setiap pemerintah kabupaten/ kota bisa menambah dengan menyiapkan format yang terkoneksi," tuturnya. 

Gubernur Khofifah mengungkapkan, kalau masing-masing mesin ADM di tiap kabupaten/ kota bisa terkoneksi maka akan menjadi pintu masuk data yang terintegrasi se- Indonesia. 

Selain untuk pelayanan administrasi kependudukan, kedepan mesin ADM ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi input data bantuan sosial, pencari kerja, serta pencatatan mobilitas penduduk yang berada di luar daerah dan luar negeri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur Andriyanto secara teknis menjelaskan, penggunaan alat tersebut dapat digunakan langsung oleh masyarakat dengan mudah dan cepat.

"Kalau KTP biasanya hanya 1-2 menit, sementara dokumen lain seperti cetak KK, Akta Kelahiran dan lainnya hanya hitungan detik sudah bisa. Jadi, sudah tidak pakai sistem lama karena tinggal akses secara daring saja," tuturnya.

Pewarta: Hanif Nashrullah/ Fiqih Arfani

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020