Pertanian tembakau terdampak anomali kemarau basah

  • Kamis, 4 September 2025 15:07

Pekerja menata tembakau rajangan hasil panen di Desa Sumbersuko, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (4/9/2025). Kondisi kelembapan tinggi akibat anomali kemarau basah pada proses pengeringan memicu terbentuknya Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA) senyawa karsinogenik yang bisa menurunkan mutu tembakau dan berisiko tidak terserap pabrikan. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Foto udara pekerja menjemur tembakau hasil panen di Desa Sumbersuko, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (4/9/2025). Kondisi kelembapan tinggi akibat anomali kemarau basah pada proses pengeringan memicu terbentuknya Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA) senyawa karsinogenik yang bisa menurunkan mutu tembakau dan berisiko tidak terserap pabrikan. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Pekerja menjemur tembakau hasil panen di Desa Sumbersuko, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (4/9/2025). Kondisi kelembapan tinggi akibat anomali kemarau basah pada proses pengeringan memicu terbentuknya Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA) senyawa karsinogenik yang bisa menurunkan mutu tembakau dan berisiko tidak terserap pabrikan. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Foto udara pekerja menjemur tembakau hasil panen di Desa Sumbersuko, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (4/9/2025). Kondisi kelembapan tinggi akibat anomali kemarau basah pada proses pengeringan memicu terbentuknya Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA) senyawa karsinogenik yang bisa menurunkan mutu tembakau dan berisiko tidak terserap pabrikan. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Berita Terkait