Gerakan pengendalian dan penanganan hama tikus serentak

  • Rabu, 30 April 2025 15:41

Petugas melakukan pengasapan rodentisida ke lubang tikus di area lahan pertanian padi Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (30/4/2025). Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang melakukan gerakan pengendalian hama serentak dengan cara pengumpan, pengomposan, penggunaan barier Linear Trap Barrier System (LTBS), serta pemasangan rumah burung hantu sebagai upaya pengendalian hama tikus yang menurut data telah merusak 20 persen lahan dari luas Total 71.000-73.000 hektar lahan pertanian di wilayah itu. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Foto udara rumah burung hantu yang dipasang di area lahan pertanian padi Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (30/4/2025). Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang melakukan gerakan pengendalian hama serentak dengan cara pengumpan, pengomposan, penggunaan barier Linear Trap Barrier System (LTBS), serta pemasangan rumah burung hantu sebagai upaya pengendalian hama tikus yang menurut data telah merusak 20 persen lahan dari luas Total 71.000-73.000 hektar lahan pertanian di wilayah itu. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Petugas melakukan pengasapan rodentisida lubang tikus di area lahan pertanian padi Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (30/4/2025). Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang melakukan gerakan pengendalian hama serentak dengan cara pengumpan, pengomposan, penggunaan barier Linear Trap Barrier System (LTBS), serta pemasangan rumah burung hantu sebagai upaya pengendalian hama tikus yang menurut data telah merusak 20 persen lahan dari luas Total 71.000-73.000 hektar lahan pertanian di wilayah itu. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Petugas mendirikan rumah burung hantu di area lahan pertanian padi Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (30/4/2025). Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang melakukan gerakan pengendalian hama serentak dengan cara pengumpan, pengomposan, penggunaan barier Linear Trap Barrier System (LTBS), serta pemasangan rumah burung hantu sebagai upaya pengendalian hama tikus yang menurut data telah merusak 20 persen lahan dari luas Total 71.000-73.000 hektar lahan pertanian di wilayah itu. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Berita Terkait