Surabaya (ANTARA) - Persatuan Golf Alumni (PGA) ITS Jawa Timur mengklaim turnamen golf nasional “Marathon Golf Mania (MGM) JOTOSEN 2025” menjadi yang pertama digelar di Indonesia dengan format maraton 36 hole dan dimainkan dalam satu hari di dua lapangan berbeda.
Ketua PGA ITS Jatim sekaligus Ketua Panitia MGM 2025 Totok Dwi Hariyono menjelaskan konsep maraton dipilih untuk memberikan tantangan berbeda bagi para pegolf.
“Kenapa maraton, karena turnamen ini dimainkan 36 hole dalam satu hari di dua lapangan berbeda, karena biasanya hanya 27 hole atau jika 36 hole digelarnya beberapa hari. Di sini dibutuhkan fisik dan mental yang kuat,” kata Totok saat ditemui di sela kegiatan di Bukit Darmo Golf Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.
Totok menjelaskan tantangan utama para peserta dalam turnamen ini terletak pada daya tahan fisik dan fokus selama permainan berlangsung.
Kondisi tubuh yang menurun, kata dia, dapat mempengaruhi akurasi pukulan dan konsentrasi di lapangan.
"Karena itu, konsep maraton ini sebagai ajang uji ketahanan bagi para pegolf sejati," ucapnya.
Totok menyebut, antusiasme peserta cukup besar, bahkan banyak pegolf dari berbagai daerah seperti Bengkulu, Jakarta, hingga Kalimantan turut berpartisipasi.
Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati menuturkan, Jotosen Golf Tournament merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam peringatan Dies Natalis ke-65 ITS.
“Turnamen ini kami lihat sebagai bentuk silaturahmi dan kerja sama antaralumni berbagai perguruan tinggi. Harapannya ke depan akan semakin kuat jejaring dan kesejahteraan antarlulusan yang bisa bersama-sama memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Bambang menjelaskan, rangkaian kegiatan Dies Natalis ITS telah berlangsung sejak September dengan berbagai agenda, diantaranya fun walk yang diikuti lebih dari 11.000 peserta, hingga shalawatan dan lari yang melibatkan sekitar 3.500 peserta bersama IKA ITS Jatim.
Ia juga menambahkan, dalam rangkaian Dies Natalis tersebut ITS menanam ribuan pohon sebagai bagian dari program net zero emission.
“Awalnya kami menargetkan 300 pohon, tapi berkat dukungan alumni dan dinas, jumlahnya sudah mencapai 2.100 pohon,” ucapnya.
