Surabaya (ANTARA) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surabaya bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya menggandeng Karang Taruna Surabaya untuk membagikan popok kain pakai ulang untuk balita dalam rangka menjaga lingkungan.
“Kami menggandeng produsen popok kain ramah lingkungan BUMBI dalam gerakan berbagi popok kain pakai ulang untuk warga,” kata Ketua HIPMI Surabaya Benny Setiawan di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.
Salah satu wilayah yang mendapatkan popok kain pakai ulang tersebut adalah warga yang memiliki balita di wilayah RW 1, 7, dan 8 di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya.
Lokasi tersebut dipilih lantaran berdekatan dengan aliran sungai yang kerap menjadi titik penumpukan sampah popok.
Selain itu, Benny menuturkan pihaknya memilih area ini sebagai tolak ukur untuk melihat sejauh mana intervensi kecil seperti penggunaan popok kain dapat berdampak pada kebersihan lingkungan sekitar sungai.
Ia menyebutkan satu balita bisa menggunakan sekitar tujuh sampai 10 popok sekali pakai setiap harinya atau sekitar 300 popok per bulan.
Apabila dikalikan dengan jumlah balita dalam satu kecamatan maka jumlah sampah popok dapat mencapai puluhan ribu per bulan padahal popok sekali pakai memerlukan waktu hingga 500 tahun untuk terurai.
Tak hanya itu, popok sekali pakai yang sudah terurai itu juga menghasilkan mikroplastik sehingga dapat mencemari tanah, sungai, hingga air PDAM yang dikonsumsi masyarakat.
Direktur Eksekutif KADIN Surabaya Adam Syarif menilai gerakan ini sejalan dengan fokus KADIN terhadap isu pelestarian lingkungan karena berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan.
Ceo BUMBI Celia Siura memastikan perusahaannya berkomitmen mendukung Kota Surabaya menjadi kota bebas sampah popok dan pembalut sekali pakai.
“Air sungai yang tercemar mikroplastik juga berpotensi membahayakan manusia. Sungai Brantas, misalnya, menjadi sumber air utama PDAM, sehingga penting menjaga kebersihannya,” katanya.
Celia menambahkan, di Jawa Timur diperkirakan sekitar 1,5 juta atau 300 ton popok per hari masuk ke aliran Sungai Brantas dengan 50 persen di antaranya merupakan popok sekali pakai.
Selain ramah lingkungan, penggunaan popok kain juga lebih hemat karena orang tua dapat menghemat hingga Rp5,4 juta per tahun karena dapat dicuci dan digunakan kembali.
Ketua Karang Taruna Surabaya Febrian Kiswanto menegaskan akan terus berkolaborasi dengan HIPMI, KADIN, dan Pemkot Surabaya untuk memperluas program berbagi popok kain ke wilayah lain.
“Kita tidak hanya menjaga kebersihan untuk diri sendiri tetapi juga untuk anak dan cucu kita. Jika lingkungan tidak dijaga, kita mewariskan kota yang kotor dan tidak sehat,” kata Febrian.
